Nyoba Nulis


Sudah lama saya endak nulis. Saya ingin kmbali nulis. Bukan. Bukan sekedar kembali nulis. Tapi mencoba hal baru. Yaitu: Menulis dengan RUTIN. jadi, ke depan, blog ini tidak akan lagi saya anggap sebagai etalase karya. Tapi justru dapur laboratorium. Anda jangan berharap tulisan-tulisan yang sudah rapi. Tapi di sisi lain, Anda beruntung karena akan membaca […]

Read more "Nyoba Nulis"

Api Azan


Aku pernah bertanya pada seseorang,”Seperti apakah makhluk bernama Azan itu? Kenapa sebagian orang ingin membungkamnya?” Seorang putri dari negeri utara menjelaskan, “Azan adalah makhluk yang kejam! Dirobohkannya segala ketenangan lima kali sehari. Setiap hari. Gerakannya begitu berisik. Bahkan nafasnya pun telah memekakkan telingaku. Bila dia melangkah, genteng-genteng berjatuhan, dinding bergoyang, dan gunung seolah terbelah. Dan itu […]

Read more "Api Azan"

Mengapa Saya Membela Pemkot Magelang?


Saat Anda baca tulisan ini, Anda merasakan gumpalan rasa peduli pada kawula alit yang menggelegak. Anda ingin berkontribusi pada kota kita tercinta. Anda ingin Magelang menjadi kota yang berkemajuan tanpa menelan kebudayaan. Dan kita pun telah sepakat bahwa Magelang haruslah menjadi kota yang maju, cerdas, santun, bersih, dan agamis. Seperti jajaran pemerintahnya. Kalau Anda jagong […]

Read more "Mengapa Saya Membela Pemkot Magelang?"

Kentut Perasaan


Pria asal kota Vazarum ditahan aparat dengan dugaan pasal berlapis. Selain membunuh perasaan wanita, anak-anak, dan orang tua. Dia juga memutilasi organ-organ perasaan korban. Berikut laporannya. Baru-baru ini saya terkejut. Peristiwa aneh selalu saja terjadi di lingkungan saya. Vazarum bukanlah kota metropolis. Vazarum justru lebih tepat disebut desa yang dipadati kesunyian. Dikelilingi hutan-hutan kesendirian, Vazarum […]

Read more "Kentut Perasaan"

Senjakala


Aku baru terbangun saat ibu sedang memotong-motong senja di dapur. Akhir-akhir ini senja susah didapat. Ibu terpaksa mengiris kecil-kecil senja hasil perburuan Ayah supaya cukup untuk sarapan kami bertujuh. Sebagai anak pertama dari keluarga pemakan senja, aku harus mendapat penjelasan. Mengapa senja sampai mengalami “senjakala”. Akankah dia punah? Waktu itu Ayah yang kelelahan memintaku untuk […]

Read more "Senjakala"

Pria yang Menggunting Pikirannya


Kenalkan Darvin, pria yang menggunting pikirannya. Seperti anak TK, dia sedang asyik duduk di ruang pikirnya. Ruangan ini terlalu sederhana bagi orang seliar Darvin. Tidak banyak perabot. Juga tidak ada lampu. Tak kusangka kamar gagasan Darvin seperti rumah makan padang: Sederhana. Atau kelakuan rumitnya itu justru lahir dari ruang pikir yang sederhana ini? Pertama kali masuk ruangan […]

Read more "Pria yang Menggunting Pikirannya"

Orang Jogja? Cintai MOGE!


“Pit onthel juga arogan lho! Itu anak-anak JLFR sering bikin macet jalan. Tiap bulan malah.” Begitu komentar kawan saya. Pasti sedang sempit hatinya. Sudah benci oknum pemoge, sentimen juga ke kawan-kawan gowes. Kalo saya sih kasihan ke pemoge kemaren. Hanya untuk ugal-ugalan saja, mereka harus merogoh kocek jutaan dan datang jauh-jauh ke Jogja. Sementara saya, […]

Read more "Orang Jogja? Cintai MOGE!"