Api Azan

Aku pernah bertanya pada seseorang,”Seperti apakah makhluk bernama Azan itu? Kenapa sebagian orang ingin membungkamnya?”

Seorang putri dari negeri utara menjelaskan,

“Azan adalah makhluk yang kejam! Dirobohkannya segala ketenangan lima kali sehari. Setiap hari. Gerakannya begitu berisik. Bahkan nafasnya pun telah memekakkan telingaku. Bila dia melangkah, genteng-genteng¬†berjatuhan, dinding bergoyang, dan gunung seolah terbelah. Dan itu terjadi lima kali sehari. Lima kali!”

“Betul itu!”, pemuda dengan bahu yang gagah namun kakinya pincang karena perang pun menimpali.

Aku menunggu kelanjutan kata-katanya, tapi pemuda itu malah diam. Dia terengah menahan amarah. Setelah mampu mengendalikan diri, dia kembali menatapku. Ingin melanjutkan penjelasannya. Tapi dia lalu menatap putri dari utara. Lalu menatapku. Lalu menatap putri. Lalu menatapku. Dan memasang ekspresi,”Aku sudah tidak ingin ngomong apa-apa lagi.”

Yaelah…

“Benarkah? Kapan dan di mana saya bisa menemui makhluk itu?”, tanyaku sambil menahan jengkel.

“Azan akan mendatangimu sebentar lagi. Berjalanlah ke timur. Ke arah masjid itu.” si pemuda kembali menjawab. Ada nada yang menggantung di sana. Tapi aku tak lagi menunggu kelanjutannya. Aku sudah melangkah saat pemuda itu berkata padaku,”Tunggu…”

Aku berhenti. “Ada apa lagi?”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

“G ada apa-apa. Aku kan cuma bilang tunggu. Dan kamu sudah menunggu.”

Dan seperti yang aku alami, kau akan menunggu kelanjutan cerita ini.

Tunggu saja ya.

Tunggu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s