Kentut Perasaan

Pria asal kota Vazarum ditahan aparat dengan dugaan pasal berlapis. Selain membunuh perasaan wanita, anak-anak, dan orang tua. Dia juga memutilasi organ-organ perasaan korban. Berikut laporannya.

Baru-baru ini saya terkejut. Peristiwa aneh selalu saja terjadi di lingkungan saya. Vazarum bukanlah kota metropolis. Vazarum justru lebih tepat disebut desa yang dipadati kesunyian. Dikelilingi hutan-hutan kesendirian, Vazarum tidak pernah dikunjungi orang asing selama 500 tahun terakhir.

Kecuali malam itu.

***

Ratusan pemuda berdemonstrasi memenuhi jalanan Vazarum. Tuntutan mereka tidak banyak. Hanya satu saja; tutup pabrik sekarang juga.

Mereka bukanlah pemuda yang paling intelek. Tapi mereka tidak buta sejarah. Mereka ingat jelas bahwa pada tahun 1961, presiden mereka menolak investai asing. Instruksi presiden pada ajudan yang menerima tamu asing itu jelas.

“Layani mereka dengan baik.. Dan minta datang 20 tahun lagi.”

Karena beliau paham, bangsa ini belum siap. Masuknya modal asing untuk sektor migas hanya akan membuat pemuda-pemuda Vazarum menjadi kacung-kacung berdasi. Negaranya tetap merdeka. Tetapi bangsa yang dicintainya akan kembali terjajah.

***

“Pada waktu itu saya bertanya kepada seorang psikolog.”, tersangka bercerita di depan investigatornya. Di dalam ruangan yang pengap itu, Tukang Mutilasi Perasaan tampak segar-segar saja. Tidak ada rasa bersalah sama sekali.

“Apa yang Anda tanyakan kepada psikolog yang… kemudian Anda bunuh itu?”

Saya hanya membunuh perasaannya Pak. Catat itu.

“Sama saja Nak. Catat itu.”

Waktu itu saya bertanya,”Kenapa perasaan sering menipuku? Kenapa dia memunculkan hayalan-hayalan yang aku benar-benarkan sendiri?”

Lalu psikolog itu menjawab.”Karena perasaan perlu ditipu agar kita tetap hidup waras, Mas. Kadang lho ya. Ndak selalu.”

Buktinya Mbak?

“Lha yo banyak to, Mas. Contoh yang sulit dan terkesan intelek-religius saja ya mas. Karena saya tahu obrolan kita direkam kan? Psikolog macam saya harus terlihat dan terdengar keren kan mas?

Jadi gini… Seberapa sering Mas menipu diri bahwa makanan yang Mas makan itu benar-benar aman? Seberapa sering Mas berusaha meyakin-yakinkan diri bahwa hidup Mas masih lama? Seberapa rutin Mas mencoba percaya bahwa gadis incaran mas yang sukanya menjauhi Mas itu sedang meminta Mas untuk berusaha mengejarnya lebih keras dan bukannya memang benar-benar tidak suka dengan Mas?”

Dan pada saat itu saya menembaknya Pak. Tepat di jantungnya. Cukup dengan satu peluru. Psikolog itu langsung tewas tak berperasaan lagi.

“Tapi katanya.. Anda menemukan sesuatu di saku korban?”

Iya. Catatan kecil tentang kentut perasaan Pak.

“Kentut perasaan?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s