Cara Mudah Menyelesaikan Tugas yang Tidak Kamu Kuasai

Salah satu hal yang saya suka di Inspira adalah kita dikasih jobdesc sesuai kemampuan kita. Bukan,”Aku pengennya A. Kamu lakuin ya.” Tapi,”Kamu bisanya apa? Saya fasilitasi.”

Di Inspira, jobdesc saya ganti-ganti. Namanya juga lagi cari-cari yang cocok. Sekarang, saya ditugaskan untuk jadi spesialis video. Awalnya sih seneng. Sekedar pelarian dari job desc nulis yang ternyata susah.

Lho? Nulis kok susah? Katanya kamu suka nulis?

Iya. Ternyata nulis itu ada dua jurusan. Nulis yang emang nulis untuk jadi penulis. Kalo kamu mau ambil jalur ini, kamu mesti jago nulis apapun tema yang diminta.

Kedua, nulis sebagai wahana penyaluran. Jadi kamu punya keresahan, salurkan dengan tulisan. Saya lebih ke tipe ini. Saya suka baca buku dan memikirkan sesuatu. Muncullah tumpukan gagasan yang gatal bila tidak dituliskan atau didiskusikan.

Tipe ini nulis ya harus sesuai keresahannya. Kalo dikasih order, susah. Kecuali, pesanan nulis itu emang sesuai kemampuan.

Inilah sebabnya waktu di radio, saya produktif nulis. Di inspira, saya kalah jauh dengan mas Rizqi. WAKTU ITU.

Karena di Polaris, ordernya adalah nulis naskah iklan. Sesuai kemampuan saya. Dan orang-orang Polaris waktu itu mengapresiasi naskah saya.

Sedang di Inspira, waktu itu saya diminta nulis topik-topik yang tidak saya minati. Berasa jadi kaya mesin artikel. Susah banget.

Tapi semakin ke sini, di Inspira saya ndak menemukan masalah soal nulis. Soalnya saya udah nemu bidang yang tepat. Dunia nulis kan luas banget. Bisa esai, puisi, kolom, karya ilmiah, artikel, dan banyak lainnya.

Ternyata, yang saya suka adalah copywriting dan scriptwriting. Jadi, saya enjoy-enjoy aja kalo disuruh mbikin landing page, sales letter, naskah video, atau sekedar broadcast BB yang menjual.

Soal nulis, udah clear. Meskipun agak nyesel juga. Udah terlanjur diplot untuk jadi video specialist, tapi baru ketemu. Emang ada apa dengan video?

Ya… Ternyata saya ndak begitu suka. Awalnya sih terlihat menarik ketimbang nulis artikel yang bertentangan dengan hati nurani. Walah.

Terus gimana dong? Masa iya ganti jobdesc lagi?

Inilah cara mudah menyelesaikan tugas yang tidak kita kuasai.

1. Pake tangan orang lain. Bersinergi istilah positifnya.

2. Reframing

Well, poin 2 ini lebih asik digambar sih. Tapi ndak sempet bikin visualisasinya. Visualisasiin pake kata-kata aja ya.

Bayangin ada dua lingkaran.

Lingkaran dalam adalah skill yang sudah kamu kuasai. Lingkaran luar, yang belum kamu bisa.

Nah, di antara batas dua lingkaran itu ada persegi panjang yang menghubungkan. Persegi panjang inilah titik kita.

Untuk menguasai skill baru, kita bisa pake skill lama. Jadi dalam hal mbikin video, saya fokus di script dan storyboardnya. Karena itu yang saya bisa. Untuk hal yang ga bisa, saya pake cameraman dan video editor yang handal. Mas Gilang, mas Anton, dan tentu mas Namuri. Sambil pelan-pelan belajar teknis lainnya yang dirasa perlu. Dengan begini, dunia videografer tak lagi menyeramkan.

3. Think like a baby… He may not think by the way.

Kenapa saya ngerasa ga cocok? Kenapa saya ngerasa ga bisa? Karena saya membandingkan.

Kenapa bilang saya ga cocok di video, karena saya membandingkan dengan kemampuan saya yang lebih di dunia menulis atau public speaking.

Kenapa saya bilang video saya, atau desain saya ga bagus-bagus amat? Karena saya membandingkan idealisme selera saya dengan hasil karya.

Waktu mau bikin video, pasti udah ngebayangin hasilnya bakal keren kan? Eh, ternyata hasilnya jeleek banget. Dari situ jadi ngedrop. Terus ga bikin lagi.

Padahal, yang bener ya… keep doing it. Sabarlah dengan prosesnya. Semakin lama hasilnya akan semakin seperfect yang kita bayangin.*

Beda banget sama bayi. Ndak peduli. Ndak mbanding-mbandingin.

 

*Ada quote bagus soal ini. Tapi lupa siapa yang ngomong dan seperti apa kata-katanya. Makanya googlingnya susah. Entar kalo dah inget, pasti saya update di sini.

Iklan

4 pemikiran pada “Cara Mudah Menyelesaikan Tugas yang Tidak Kamu Kuasai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s