Video Marketing + Socmed Engagement + Growth Hacker + Guerilla Marketer = Me

What stops you from blogging?

Sekarang, saya punya mainan baru — Video Marketing.

Ini sangat menantang karena saya tidak punya minat awal dan kemampuan dasar di dalam video.

Saya tidak seperti Kudisanicus yang hobi banget ngotak-atik video.Untuk membuat video “asal-asalan” kaya Bayu Skak dan Edho Zell pun, saya tidak terlalu tertarik. 

 

 

Apalagi saya tahu, untuk membuat video lucu, mereka tidak sebercanda itu. Mungkin lain kesempatan akan saya ceritakan kisah mereka dari sudut pandang Pengkarya.

Sekali lagi, saya tidak punya minat tinggi dan skill teknis untuk membuat video. Dua hal inilah yang membuat saya ndak segera action bikin video. Belum bisa mengulang tingkat produktifitas bulan-bulan sebelumnya.

Di sisi lain, saya diberi target yang tinggi; rutin membuat video dan pastikan video-video itu memiliki ribuan views. Syukur-syukur viral.

Jadi, bagaimana saya nge-hack itu semua?

Ada beberapa cara.

Awal-awal, saya belajar segala teknisnya.

Tapi kan ndak minat bikin video?

Nah, itu dia. Biar bisa suka, carilah titik-titik suka. Kalo bikin video marketing mungkin saya belum antusias. Tapi kalo bikin video untuk proyek kesenangan pribadi? Pastinya lebih berminat.

Tapi, mainan saya ini juga kerja profesional. Kepentingan pribadi memiliki prioritas rendah di sini. Ndak sopan sekali makai fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi. (Wait,,, ini blog diketik pake komputer kantor, koneksi kantor, kursi kantor… ah… siklah)

Usulan saya agar saya diijinkan bikin video series “pribadi” ditolak secara halus.

Tadinya saya gatel. “Lha piye sih? Katanya suruh bikin video!  Lha aku belum bisa bikin e. Belajar dulu dong. Dan biar asik, belajarnya dengan ‘projek pribadi’. Kan ujung-ujungnya perusahaan dapet untung juga dengan meningkatnya skill saya.”

Tapi, ada suatu peristiwa yang membuat saya bisa memahami sudut pandang perusahaan itu. Saya pun ngalah. Dan justru memang benar. Akhirnya saya cari solusi lagi.

Lebih mantep lagi setelah dibilang mas A dan mas S,”yang penting keep doing it. Done is better than perfect.”

Jadilah saya bikin video-video kecil. Alih-alih menganggapnya sebagai tugas kantor. Saya menganggapnya eksperimen. Meski bukan jagonya bikin video, saya semakin ke sini semakin paham. Dan karena makin paham, saya makin PD bikin video. Karena makin PD, saya pun makin produktif.

Oke, urusan video making mulai terbuka jalannya. Tapi inget, video making dan video marketing itu bedaa banget. Sama kaya kawan saya yang blogger adsense. Mereka jago di SEO nya. Tapi ndak bisa nulis artikel.

Nah, sepemahaman saya, video marketer emang lebih kaya SEO expert tapi untuk video. Jadilah yang saya pelajari sisi marketingnya. Bukan creation nya. Ini juga yang lebih saya suka. Saya lebih cepat paham. Untuk urusan video creation, saya pelajari seperlunya saja.

Tapi belum selesai.

Ternyata, yang diinginkan mas S itu lebih ke ide-ide gila untuk konsep video. Seminggu sepulang dari Malaysia, mas S tanya,”Gimana? Udah dapet ide apa aja?”

Matilah awak.

Seminggu itu saya ngutek-utek sisi internet marketing dari Youtube, instagram, vine, dan wistia. Cenderung jadi analis dan mekanis ketimbang kreator ide.

Dengan berusaha tenang, saya menjawab,”Belum ada, mas.”

Lalu ngobrolah saya dengan beliau. Baru deh satu frekuensi. Dalam 5 menit, saya udah nemu ide-ide executable.

Untuk urusan eksekusi, mas S punya banyak agensi yang siap membantu. Hasilnya malah lebih profesional ketimbang video homemade.

Sepertinya, ada titik cerah dalam produktifitas saya.

Nyatanya tidak. Saya kembali terseret ke whirlwind. Puting beliung rutinitas harian yang mengaburkan tujuan.

Cukup lama saya gelisah diombang-ambingkan whirlwind ini. Berjam-jam di kantor tapi ndak ada yang dihasilkan. Bukan karena kita enggan, tapi ada sesuatu yang menahan kita untuk berkarya. Kita tidak ingin malas, tapi berproduksi juga belum bisa.

Akhirnya saya membaca beberapa buku. Gagasan buku-buku itu menjadi penguat mindset saya. Dan saat pikiran mulai tercerahkan, harus segera dikuatkan dengan perbuatan.

Setelah tersaruk-saruk di sisi kreasi, marketing, dan konsep video, saya bisa kembali berdiri teguh tak tergoncang.

Saya mulai bisa menghubungkan titik-titik peristiwa. Hal-hal yang sebelumnya random, mulai menemukan bentuknya.

Termasuk kenapa saya ngeblog lagi. Tidak hanya untuk mendokumentasikan langkah yang sudah menjadi jejak. Tapi untuk menentukan titik-titik mana yang akan saya pijak.

Catatan serial Video Marketing Expert ini dibuat untuk itu. Untuk alasan yang sangat personal. Tapi semoga, kamu bisa mengambil banyak pelajaran. Mungkin dari cara berpikir saya untuk memecahkan masalah akan membantumu. Mungkin juga tidak.

Kalau soal nge-hack tantangan tadi, saya pakai mindset manager. Mungkin kamu pernah denger,

“Teknisi bangga karena dia bisa menyelesaikan masalah dengan keahliannya sendiri. Manajer bangga karena bisa menggunakan tangan orang lain untuk memecahkan masalah. Pemimpin? Bangga masalah sudah selesai. Tanpa tahu ada masalah.”

Kayaknya enak ya jadi pemimpin?

*dan pemimpin menjawab* Iya. Masalah buat lo?

Jadi, dalam apa yang saya alami, saya pinjam orang lain yang jago bikin video. Urusan marketing, minta tim marketing turun tangan. Saya tinggal fokus di ide yang oke punya.

Meskipun pada kenyataannya, ya saya harus balik lagi. Belajar video creation, marketing, untuk mewujudkan ide-ide. Tapi beda kok belajar kalo udah tahu arahnya mau ke mana. Kita belajar seperlunya.

Untuk orang yang doyan belajar hal-hal baru kayak saya, ini ga gampang. Tapi perlu.

Segini dulu ya. Ndak papa kan saya belum jelasin soal growth hacker dan guerilla marketing? Wong ini ditulis bener-bener untuk kepentingan saya.

Besok-besok aja lagi. Karena pengennya diupdate seminggu sekali. Kalo ndak ada update dokumentasi, pasti saya lagi sibuk eksekusi.

 

BOCORAN:

Ini adalah gambar yang jadi bahan posting berikutnya.

Entah kapan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Video Marketing + Socmed Engagement + Growth Hacker + Guerilla Marketer = Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s