Ilusi Dunia Maya

Dunia maya memang melenakan.  Kita merasa sudah bersosialisasi hanya dengan saling berkomentar atau mention. Merasa terkenal hanya karena di reblog, retweet, atau trafik naik. Padahal, orang di seberang laptop kita, tidak disapa.

Mengira telah menyebarkan gagasan lewat status yang tenggelam begitu saja atau posting tanpa ada pembaca. Menganggap telah beradu gagasan padahal sekedar berbalas komentar,”Setuju!”, “Nice info gan.”, dan yang-begitu-terkenal “Pertamax”.

Meyakini kualitas tulisan dari satu dua pujian,”Wah, bagus banget!” Padahal, komentar itu dibuat untuk membuat kita senang sementara, tuk kemudian mengunjungi balik tulisannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s