Seperti Sungai yang Menjadi Samudera

Aku mencintaimu seperti sungai yang tiba-tiba membanjiri tanah gersang. Menyapa tanpa kau sangka, memberi kesejukan yang takkan kau lupa.

Aku mencintaimu seperti sungai. Menumbuhkan rumput, bunga, dan pohon-pohon hanya dengan melewati bibit-bibitnya.

Aku mencintaimu seperti sungai yang segera beralih. Saat tetes-tetesanmu telah dimiliki batu yang menghalangimu merasakan derasnya aliran kebahagiaan bersamaku.

Aku mencintaimu seperti sungai. Meski kau dalam pelukan yang bukan sungaiku, aku tetap tenang. Karena kita akan bermuara di samudera. Kita bisa berpelukan, bercumbu lalu bercengkerama, berlari, bercumbu lagi. Menciptakan ombak yang takkan bisa dibelah kapal raksasa mana pun. Lalu kita akan menua bersama. Tinggal di tempat paling sunyi hingga nafas kita saja telah mampu menjelaskan semuanya. Tempat segala pengendapan kita memenuhi palung-palung paling dalam. Tidak lagi bergejolak, tapi terikat kuat.

Aku mencintaimu seperti sungai.  Bahkan, bila manusia menyedot kita ke dalam pabrik-pabrik. Mengubah kita menjadi robot-robot lalu kembali ke sungai sebagai limbah-limbah. Aku tetap mencintaimu walau bersamanya kita adalah racun.

Aku mencintaimu seperti sungai surgawi yang akan kau minum bersama kekasihmu. Kau akan membiarkan anak-anakmu bermain di sungai. Tanpa khawatir mereka menyadari. Mereka terlahir karena kamu dialiriku.

Aku mencintaimu seperti sungai, meski mengering adalah takdirku.

Iklan

Satu pemikiran pada “Seperti Sungai yang Menjadi Samudera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s