#Manly Monday: Be a Man, Be a Leader

Pukul 1.30 WIB. Saya sedang pulang siaran bersama kawan saya saat tiba-tiba raungan motor membelah kabut malam Magelang. Dengan kecepatan tinggi. Seorang pria mengendarai dua impian besar lelaki; motor keren dan  cewek cantik. Maksudku, naik motor keren ngeboncengin cewek. Bukan mengendarai motor DAN cewek.. Di belakangnya menyusul 3-4 pengendara lainnya. Tanpa pembonceng.

Hal pertama yang bikin saya heran. Di tengah malam yang ga cuma dingin, tapi sampe berkabut, tu cewek pembonceng berpakaian minim: hotpants dan tank top. Itu pun motornya ngebut lho. Saya aja yang udah pake jaket kulit, kaos tangan, helm full face, jalannya pelan-pelan karena bensinnya udah mau abis terlalu dingin. Hemm.. Wanita itu tryng too hard to be sexy deh.. Kalo kata bang Gilang, cewek seperti itu kaya unta di kutub utara. Cuman, kalo unta punuknya di atas, kalo cewek punuknya di… ? Tapi memang, kata temen sayang yang seniman tato, cewek itu punya daya tahan lebih pada sakit. Mereka memiliki lapisan lemak lebih tebal dan punya metode pengalihan rasa sakit yang lebih mumpuni.

Kembali ke kelompok kecil itu. Mereka sampai di alun-alun. Karena lagi liburan, alun-alun jam segitu masih cukup rame meski sekali lagi, dingin beudh bro! Gerombolan lelaki ada di sana-sini. Ada yang ngobrol, foto-foto, dan ciuman.  Lalu mendadak, perhatian mereka teralih pada geng Ninja-250 R. Seperti terpukau pada kelompok ksatria berkuda yang gagah  mengawal satu putri cantik.

Ada yang memperhatikan motor-motor sport itu, ada yang berbisik-bisik sambil menatap satu-satunya wanita yang hampir terkilir saat turun dari motor karena memakai high heel. Ada juga pengendara yang sampai berhenti lalu menolehkan kepalanya sambil bingung memikirkan,”Ada orang berantem ya?” Pikir saya,”Iya, ada yang ngajak berantem. Muka kamu itu!”

Dan, tentu saja ada yang berjalan pelan, mengamati semuanya. Orang yang cukup keren untuk menuliskannya: saya. #KemudianHening

Nah, terkait judul tulisan ini, kita amati Alpha Male di kelompok itu. Pria yang berjalan di depan, who gets more girls, yang menentukan kapan dan di mana harus berhenti. Saat dia tertawa, yang lain mengikuti.  Pria yang memancarkan kepercayaan diri. Pria yang mampu melihat arah, membuat keputusan, dan bertanggung jawab dengan pilihan-pilihannya.

Pria itu hanya salah satu contoh leader. Masih banyak contoh pemimpin di sekeliling kita. Dia yang mengimami kita sholat, kawan kita yang berinisiatif mengadakan buka bersama, atau sekedar berani memulai interaksi dengan orang asing.  Sosok-sosok itu memiliki kesamaan. Mereka mulai dari titik yang sama. Memimpin diri sendiri sepanjang waktu. Mereka sadar atau tidak telah menempa diri sehingga memiliki kualitas-kualitas tertentu. Yakni, memiliki visi, persuasi, menyinergikan potensi, dan tentu saja beraksi. Diawali dengan memiliki identitas. entah sebagai blogger, stand up comedian/MC, penulis, penyiar, pembicara, desainer, makelar proyek, atau… semuanya. Duh, malah ngomongin diri sendiri. Yah, emang kerjaan saya banyak. Antara bakatnya banyak atau banyak kebutuhannya. Kaya yang dibilang Pandji

Jadi, di awal pekan ini, cari kesempatan untuk membuat keputusan. Karena pria pemimpin bukan cowok anak mama yang hobi berkata,”terserah..”

Iklan

3 pemikiran pada “#Manly Monday: Be a Man, Be a Leader

  1. dini hari gitu nggak pake jaket? brrr..

    sepakat, paling males juga sama cowok yang kurang inisiatif dan cuman bisa bilang terserah, kayaknya hidupnya nggak punya tujuan banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s