Jaket Kesunyian

Dengan susah payah lelaki rupawan itu keluar dari ballroom hotel yang di dalamnya diadakan pesta penuh mewah. Segala kegaduhan itu serasa hampa baginya. Hatinya sedikit tersenyum saat berhasil menutup pintu belakang lalu melihat kanan kiri. Berharap tidak ada yang membuntutinya. Dia menyusuri lorong sendirian. Dia harus tetap waspada, semua orang hafal dengan aromanya. Langkahnya mulai ringan setelah dia sampai di belakang hotel. Inilah surga baginya; gang yang pengap, gelap dan tentu saja, sunyi.  Pria itu melepas topengnya – tampak lebih tampan – lalu mengenakan jaket kesunyian yang telah ia simpan rapi di samping tong sampah. Dia merasa hangat, tentram, lalu dia tertidur. Hal yang takkan ia dapatkan bila sorot perhatian terus terarah padanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s