Terjadi Lagi

Ini terjadi lagi. Aku merindukanmu. Atau tidak?

Kau datang tapi aku mendiamkanmu. Kau duduk saja di situ. Mendongeng pada anak-anak kecil yang terus mengaduh. Tak diam sebelum kembang gula buatanmu, sampai di tangan mereka yang kumuh.

Sedang aku, sibuk mengeluyur. Mengunjungi pagi, menyambangi senja, dan menginapi malam. Kadang saat aku kembali, kudapati kau menyelimuti mereka. Anak-anak kecil yang susah sekali kau minta cuci kaki. Herannya, kau masih saja sempat menengokku. Merapikan selimut, meja, dan mengecup keningku. Aku tahu, aku hanya pura-pura tidur setiap itu.

Tapi seperti tahun-tahun sebelumya, pada hari yang ditentukan, kau pergi. Dengan berat kubukakan pintu untukmu. “Selamat tinggal.”,kataku. Dan aku beruntung menatap sekelebat senyummu. “Tahun depan aku kan menemanimu.” janjiku yang pernah kuucapkan  setahun lalu. Kuucapkan lagi. Kau melenggang lagi.

“Aku kan selalu datang.” katamu tanpa menoleh,”tak peduli kau sambut atau tidak.”

Pintu belum kututup, sesal belum mengatup, adikmu datang. Membawa baju baru, mainan baru, dan uang di saku. Tapi bukan buat aku.

– Sampai jumpa, Ramadhan. Selamat datang, Syawal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s