Tadabur vs Tadarus

“Kamu kayaknya dah lama ga tadarus.” tegur kawan saya.

“Mm.. bosen. Perlu ibadah yang lebih menantang!”, ekspresi saya serius. Tapi niat saya bercanda.

“Mm..ada kok.”

Saya kaget teman saya menanggapi serius. “Apa namanya?”

“Ta..da..bur.”

Saya terpana mendengarnya. Wow! Mirip dengan kata takabur! Sepertinya cocok untuk orang yang sering dianggap sombong seperti saya.

Beberapa hari berikutnya saya dipaksa diajak ikut Mabit (Malam bina iman takwa) oleh kawan saya. Sebut saja Budi.

“Ikut mabit, yuk.” kata Budi.

“Enggak ah.”

“Kenapa? Ikut aja. Katanya pengen ngerasain tadabur.”

“Besok lagi aja deh. Lagi males.”

Budi tak menyerah. Dia sempat melantunkan beberapa ayat quran dan merapal hadits. Suaranya merdu sekali. Seperti imam Madinah. Terhenti saat tiba-tiba “kriiiing… kriiiing!” ternyata dia memang nyetel qiroah dari hape esia Islaminya -__-.

“Enggak.”jawab saya singkat. Lalu menggumamkan berbagai alasan.

“Kehadiranmu dibutuhkan.”, bujuknya melas. Budi tahu cara meluluhkan hati saya. Saya akhirnya mengiyakan. Dia menawarkan akan mengerjakan tugas-tugas kuliah saya. Bahkan, dia bersedia dititipi absen. Saya girang sekali sampai saya lupa saat itu memang sedang liburan.

Akhirnya pagi-pagi buta saya, Budi dan dua teman Budi yang lain berangkat. Saat perjalanan ke tempat kumpul peserta mabit, saya makin penasaran, apa yang pemuda-pemuda alim ini butuhkan dari saya? Apakah saya akan dijadikan contoh “ciri pemuda yang dilaknat”? Saya jelas bukanlah kawan penguat iman. Lebih tepat digolongkan sebagai penggoda iman. Saya tanyakan ke Budi, benar nama acaranya adalah mabit. Malam bina iman takwa. Bukan magot. Malam goda takwa. Bukan pula mabok. Malam-malam bobok. Atau magang. Malam-malam begadang. Jelas bukan makrab. Makrab udah kemarin-kemarin.

Lebih kaget lagi setelah sampai di tempat mabit. Ada rombongan lain ternyata. Dari tampang, mas-mas itu 3-5 tahun lebih tua. Di sebelah utara ada akhwat-akhwat juga. Beberapa menggendong bayi. Di selatan, ada ratu kidul. Eh,

Well, ringkas cerita, kegiatan pagi-siang mabit ini sangat melelahkan. Outbondnya sungguh keren. Untuk mengetes kemampuan matematis dan sejarah kami, kami diminta menghitung jumlah pasir di Parangtritis pada tahun 1991 sebelum masehi.

Untuk mengasah jiwa rahman-rahim kami, kami ditugaskan memungut sebutir pasir. Menamainya. Mengasuhnya hingga dewasa dan memastikan tidak tertukar antara pasir peserta yang satu dan lainnya.

Tidak hanya itu, ada pepatah,”Sekeras-kerasnya batu, tetes air akan menembusnya.” Kami pun mengamalkannya. Kami rukuk di depan sebongkah karang. Kami membentur-benturkan kepala kami. Berusaha meniru laku hidup tetes air.

“Jadilah orang berkepala dingin. Sejuk namun kuat seperti tetes air. Jangan keras kepala. Sekeras-kerasnya kepalamu, tak lebih keras dari karang yang hina ini.” Itulah pemaknaan yang disampaikan pembina. Beberapa saat sebelum kami dibawa ke rumah sakit. Hanya Budi yang selamat dari permainan lucu itu. Belajar dari mabit tahun lalu, tahun ini dia memakai helm SNI.

Begitu pulang dari rumah sakit senja hari, kami diminta korlap menguras Parangtritis. Sekaligus menguras tenaga kami. Akhirnya pantai ini terkuras. Tapi sia-sia. Keringat kami membanjirinya kembali. Begitu berulang kali hingga antara sadar atau tidak, sayup-sayup saya mendengar,”bila laut menjadi tinta, lalu habis, lalu kami datangkan kembali yang sebanyak itu, tak cukup untuk mencatat ilmu Kami.

Jelang maghrib Budi mendekati saya. “Gimana, asyik kan tadaburnya?” Budi tersenyum puas melihat saya yang sekarat.

“Ah, aku milih tadarus wae, cuk!”

Budi kembali tersenyum.”Istirahat dulu, sebentar lagi kami membutuhkanmu.”

Iklan

5 pemikiran pada “Tadabur vs Tadarus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s