Hujanji

Sesuai rencana, pukul 13 saya akan ngalor-ngidulan ke FIB. Tapi, hujan tak dapat ditolak. Antara memilih kembali nyaman di kos, atau melawan hujan mana yang akan saya pilih? Tetap di kos bukan berarti tak produktif. Saya tetap bisa produktif di sini dengan melatih skill coding atau design. Memilih yang lebih nyaman bukan berarti malas atau tidak mau prihatin. Bisa saja ia terlahir dari kecerdasan strategi. Keberhasilan juga tidak harus lewat jalan terjal dan berliku.

Saya juga tak ada janji dengan orang lain, termasuk kepada kawan saya di FIB. Saya hanya berjanji pada diri sendiri. Maka, saya batalkan pun, tak ada orang lain terzalimi. Selain itu, saya sedang perlu minum tolak angin. Logis bila saya memilih mundur. Demi alasan kesehatan.

Ini bukan soal sok heroik menghindari zona nyaman. Ini soal menepati janji. Itu saja. Meski hanya janji pada diri, tepatilah. Justru janji tipe inilah yang sering sulit dipenuhi. Kurang pressure seperti penjelasan di atas. Karenanya, saya tetap tersenyum senang saja meski hujan menerpa. Memenuhi janji itu menyenangkan! Maka, senanglah agar kau ringan memenuhi janji. Penuhilah janji agar kau senang.

Iklan

Satu pemikiran pada “Hujanji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s