ROCKtober + LOVEmber = (…) [bagian 2 dari tiga]

LOVEmber

Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Anis Matta – A Real Lover

Sebenarnya, cinta itu logis. Sama seperti perasaan-perasaan manusia lainnya. Tak perlu mendayu-ndayu untuk menjelaskannya. Memang, ia tak perlu didefinisikan. Karena kata, rupa, logika, takkan mampu mencakupnya. Hanya rasa yang mampu memahaminya. Dan itu, juga sama dengan bentuk emosi lainnya. Marah, benci, senang, jijik, hanya mampu ditangkap dengan jelas dengan media yang tepat. Perasaan.

Meski logika bukan tampungan yang tepat tuk perasaan, tapi cinta tetaplah logis. Cinta berawal dari ketertarikan yang kecil. Menjadi besar karena kau terus menyuburkannya. Menjadi gersang sebab kau melalaikannya. Logis. Contoh, bila kau ingin menumbuhkan cinta pada sepatumu, rawatlah ia dengan sepenuh hati. Berikanlah perhatian. Semir secara teratur. Simpan pada tempat yang semestinya. Lakukan semua prosesi itu dengan meniupkan cinta pada sepatu dalam setiap nafasmu. Kuncinya, berkomitmen.

Cintamu pada sepatu kan membesar. Kau akan sangat berhati-hati memakainya. Kau akan memperhatikannya. Terus mengingatnya. Mulanya, kau yang menumbuhkan cinta pada sepatu. Akhirnya, ialah yang menumbuhkanmu. Bila kau ingin memupuskan cinta pada sepatumu, mudah saja. Pertama, hentikan semua perhatianmu. Kedua, alihkan fokusmu ada hal lainnya. Kau ‘kan lupa pada sepatumu. Kau bisa memakainya tanpa rasa peduli sedikitpun. Padahal sebelumnya, kau segera membersihkan sepatumu bila ada sedikit debu yang mengotorinya.

Cinta memang sebentuk emosi. Justru karena itulah Tuhan menciptakan logika tuk mendampinginya. Karena itulah Lovember memerlukan Rocktober. Tanpa Rocktober, Lovember menjadi penyakit. Melankolik, dramatik. Efeknya berbahaya, aturan dilabrak begitu saja. Inilah cinta yang salah kaprah. Melahirkan pecinta palsu. Pasif tanpa gairah meningkatkan kualitas.

Sufi bisa terpeleset rasa cinta yang salah. Akibatnya, ia hanya memikirkan kesalehan individual. Enggan bekerja, karena tertipu kemalasannya. Padahal, Allah berfirman,”Bila engkau mencintaiKu, patuhilah Aku dan rasulKu.” Dan kita semua tahu seperti apa giatnya Rasulullah SAW dalam bekerja dan menggiatkan umatnya tuk bekerja.

Pemuda bisa menjadi melankolik dengan berhenti pada,”Aku tak pantas untuknya.” Tanpa berusaha membuat dirinya layak. Atau, memaksa orang lain mau menerima dirinya apa adanya. Untuk menutupi kemalasannya memperbaiki diri. Seorang ibu, bisa mengekspresikan cintanya dengan cara yang salah. Membiarkan anaknya bangun siang sehingga melalaikan solat subuh. “Tak tega”, dalihnya. Padahal, pada saat yang sama ia berarti mengatakan,”Saya tega membiarkannya (dan diri saya) dimurkai Allah!”.

Lovember tanpa Rocktober, ialah cinta yang belum matang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s