Kiblat Kilat – Kuliah (ke)Pagi(an)

Bermula dari good mood karena sudah mandi pagi-pagi sekali, saya mengikuti krenteging ati tuk bersepeda. Maka, segera saja saya panggil teman sebelah kamar,”Bai, pinjem sepeda onthel nya. Taknggo pit-pitan”.

Sepeda siap digowes, dan hmmmfffff.. terhiruplah karunia Tuhan yang mewarisi kemiripan sifat dengan Tuhannya. Udara. Tak terlihat tapi kehadirannya begitu terasa.

Saya tersenyum-senyum sendiri, feeling so excited menikmati udara pagi. Jalanan yang masih sepi, ketemu orang yang masih ngantuk2 dan yang sudah beraktivitas. Sungguh penuh warna pagi ini. Tetapi masih banyak warung yang tutup. Kecuali warnet yang memang sudah saya rencanakan untuk dikunjungi. Ngupdate linux di sana.

Warnet tentu masih sepi. Dan hanya satu sepeda onthel yang terparkir di sana. Siapa lagi kalau bukan sepeda saya pinjaman.

Jam 05.50 kembali ke Kos. Ganti kaos berkerah dan segera berangkat. Eitt.. ada yang ketinggalan. Saya masih pake celana pendek! Kembali masuk kamar, ambil celana panjang. lalu dipakai? Oh tidak, saya hanya memasukkannya ke dalam tas. Saya tetiba kepikir tuk berangkat ke kampus pake celana pendek! (Tetap bersepatu dan kaos berkerah serta tas tentunya) Toh pasti kampus masih sepi. Intinya, saya lagi pengen lebih spontaneous dari biasanya. No plan, just do it.

Pukul 06.17 saya sudah sampai kampus. Melewati kampus Vokasi, belum ada satpam di sana. Tapi seperti yang sudah saya duga, di kampus Milan (Mipa selatan) sudah ada pak satpam berjaga. Dan sudah saya kira pasti dia terkejut melihat saya yang cuma pake celana pendek. Dan sudah saya siapkan senjata pamungkas penghilang kebekuan jiwa manusia. Senyum πŸ™‚

Sejak berhasil mengejutkan satpam itulah saya berjalan dari parkir menuju OmahTI dengan rasa penuh energi, riang hati. Sambil berpikir,”kegiatan ngalor ngidulan tak biasa ini perlu saya update ke blog. Tapi,,, apa ya “Kiblat” dari ngalor ngidulan ini?”

belum ketemu jawabannya, ganti saya yang terkejut. Karena ternyata sudah ada satu mahasiswi yang online di depan perpus. ckck..

Sampailah di markas OmahTI. Ngobrol2 sama Pak Petugas Kebersihan yang sudah sejak lama sebenarnya ingin saya ajak berbincang. Ada “agenda tersembunyi” yang ingin saya eksekusi lewat bapak ini.

Dari obrolan yang tidak saya rencanakan itulah, saya tahu, ternyata eh nyatater, OmahTI begitu dihormati. Dari Pak satpam yang selalu memberi perlakuan spesial kalau kami pulang kemalaman (khusus hari ini ditambah berangkat kepagian), sampai petugas kebersihan. Bapak-bapak itu sedang menggeser kursi di depan OTI tuk dibersihkan. Saya yang sedang di dekat pintu OTI segera membantunya.

Lalu Pak Bon itu (bukan pak Bondan lho) bilang,”Udah mas. Kalau OmahTI mah santai aja. Ga usah repot-repot”. Saya hanya tersenyum lalu ngobrol ngalor ngidul sebentar. Lalu “Aha!” inilah kiblat pagi ini πŸ™‚

NB: Melihat berbagai efek positif berangkat pagi, ada wacana untuk merutinkannya. Tapi saya rasa tidak perlu. Kepagian ini sangat membahagiakan saya karena ia kegiatan yang tak biasa. Bila sudah dirutinkan, sudah dibiasakan, tentu efek kejutan dan me-refresh-kan hilang begitu saja. Bila sudah begitu, saya perlu cari kegiatan ngalor ngidul lain dan itu cukup merepotkan.

Oya, saya ngupdate dari markas @himakom . Saya juga penghuni pertama di sini pagi ini πŸ™‚

Iklan

3 pemikiran pada “Kiblat Kilat – Kuliah (ke)Pagi(an)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s