Tanya Kiblat i – Tips PD

Gimana mengatasi minder, tidak PD saat menghadapi ujian, atau orang?

Minder terjadi karena posisi kita lebih rendah dari yang kita hadapi. Misal, panggung, pejabat yang kita temui, soal ujian, dsb. Karena lebih rendah, kita mesti berbuat sesuatu agar posisi kita lebih tinggi. Ada dua alternatif. Pertama, “MERENDAHKAN” LAWAN. Merendahkan di sini bukan yang sampai melalaikan lho ya. Contoh, kita merendahkan ujian matematika,”Ah, matematika tu cuma tambah kurang kali bagi kok.”.

Saat public speaking misalnya, pasti kita pernah dapet tips tuk “merendahkan” audience dengan menganggapnya sebagai batu. Batu yang tidak mendengar pidatomu. Kalau kita minder karena kalah ganteng atau cantik, bayangkan saja wajah beliau saat mengejan. Secantik dan tampan apapun, kalau sedang mengejan pasti tidak sedap dilihat. Bila kita sedang menghadap pejabat, seleb, atau orang berpengaruh lainnya, kita juga bisa merendahkannya. Bisa dengan menganggap,”Ngapain grogi, sama-sama makin nasi kok!” atau yang lebih elegan lagi, anggap saja pejabat itu sebagai teman kita.

Cara kedua agar kita tidak kalah tinggi, ialah dengan meninggikan diri. Meninggikan diri tentu bukan tuk sombong. Pada kasus ujian matematika tadi, kita bisa meninggikan diri dengan mengingat keberhasilan-keberhasilan kecil di bidang itu. Saat pidato, kita bisa meyakinkan diri bahwa kita pembicara andal. Isi pidato kita belum banyak diketahui audience juga bisa dijadikan semacam afirmasi.  Lha kalau audience nya ada yang lebih senior? Ada tips dari pembicara internasional,”Sehebat-hebatnya Anda di luar sana, SAAT INI sayalah yang lebih hebat. Kalau Anda lebih hebat, kenapa bukan Anda yang jadi pembicara?”

Memang seolah seperti sombong sih. Tapi kalau keadaan mental kita terlalu ngedrop, perlu suntikan yang terlalu naik supaya pas di tengah kan? Lagipula banyak kok ayat Quran yang mbombong hati Sang Nabi dan umatnya. Eh, tapi ada tips yang jauh sederhana. Tips yang meninggikan kita tetapi tidak kebablasan sampai jadi sombong. Sekaligus merendahkan lawan tetapi juga tidak kelewat rendah. Setara.

Kita pasti sering denger, “Wis, teka bismillah wae”. Yap! Bi-ismi-illah! Dengan membawa nama Allah!

Ingatlah kita ini wakil Allah di dunia ini. Ada Allah di “belakang” kita. Anda mewakili Zat yang memiliki segalanya. Anda didukung Zat yang Maha Tahu jawaban soal. Anda dibersamai Zat yang menaikturunkan derajat. Jadi, kenapa takut dengan soal bahasa inggris, matematika, kenapa takut dengan orang? Lafalkan bismillah dengan sepenuh iman. Rasakan dukungan Allah nan lembut mengangkat kembali tingkat percaya diri Anda.

NB: PD ini penting buat yang ngaku orang beriman. Karena saya sering lihat muslimin yang jadi minder begitu masuk hotel mewah, mobil mewah, jabatan, ketampanan/ kecantikan, baju mahal, dan aksesoris duniawi lainnya. Jadi mundhuk-mundhuk pada orang yang kaya atau berkuasa. Padahal, seharusnya kalau kita sudah beriman, kita ga silau lagi sama urusan begituan. Harusnya, lihat yang wah-wah tadi itu ya biasa saja.

Iklan

3 pemikiran pada “Tanya Kiblat i – Tips PD

  1. Ping-balik: Tips PD | OmahTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s