Humor di TV kita

Setelah sekian lama tak nonton TV pagi-pagi, siang ini saya melakukannya kembali. Kesimpulannya, memang benar kata d3ddY MiZw4r, “Alangkah UnyUny4 Negeri Ini”.

Di SCTV ada Inbox yang akan menampilkan band Matta. Saya ingat kata pak Ustadz, bulan puasa ini kita harus makin jaga mata. Maka, segera kupindah channel agar mataku tak terkontaminasi penampilan Matta.

Di televisiku, SCTV di channel nomor 5. Kini kupindah ke channel 6 dan 7. Tv One dan Metro TV. Keduanya menayangkan berita yang sama. Orang yang paling dielu-elukan Indonesia saat ini. Nazaruddin. Ternyata tertangkapnya dia di Kolombia membuatnya terkenal sedunia. Yah, do’a [vokalis udin sedunia] benar-benar mustajab. Udin benar-benar mendunia!

Kulihat Nazarudin, kusimpulkan bahwa orang yang berhidung mancung pun tak lepas dari ancaman hukum pancung! Nazar juga tampak terus menunduk. Aku yakin karena hidungnya bertambah berat. Itu sebabnya aku bersyukur hidungku tak begitu tajam.

Lanjut ke Global TV, sedang menayangkan kartun humor khusus dewasa. Spongebob. Aku merasa belum cukup umur, maka langsung melompat-lompat sampai ke channel 10. Kemudian aku kembali ke channel nomor kecil, nomor satu sampai empat. TVRI, TransTV, RCTI, Indosiar. Lupa aku di channel mana aku berhenti 20 detik menonton infotainmentnya. Yang jelas, aku terhenti karena melihat Vicky Shu dan mendengar kata “Cilacap”. Ternyata (atau masih gosip?), ia berasal dari Cilacap. Menimbulkan pertanyaan, kenapa ia tidak menyanyi dengan logat Cilacapnya? Padahal, logat Cilacap adalah salah satu logat yang seksi bagiku.

Bicara tentang seksi, perlu digarisbawahi saya terhenti menonton Vicky Shu BUKAN karena (menurut banyak orang) cantik dan seksi. Menurutku, dia memang TIDAK memenuhi syarat keduanya. Aku mengatakannya bukan karena jaim. Tapi, karena ga percaya dia berasal dari Cilacap. Tapi, pria punya selera masing-masing kan? Lagipula efek puasa yang kualami, nafsu semacam itu lerem (tenang, mengendap) dengan sendirinya. –Kecuali nafsu makan tentunya!—Tapi, pengalaman pribadi dan fakta kedokteran mengatakan selain mampu menurunkan nafsu, puasa juga bisa membangkitkannya. Semua ada alasan logisnya.

Untuk alasan kenapa puasa bisa menenangkan syahwat, sudah banyak diungkap. Sedang kenapa bisa justru meningkatkannya, itu karena perut kosong.  Aliran darah tak terpakai untuk mentransport logistik ke seluruh tubuh. Ia langsung mengaliri organ-organ genital. – jangan pikir macam-macam, kita sedang bicara ilmiah –. Dorongan yang itu pun memuncak. Mungkin ada yang tak percaya. “Kok bisa? Padahal kan puasa?”. Juga jangan lupa, ada hadis “yang belum sanggup nikah, perbanyaklah berpuasa.” Aneh dong masa puasa justru jadi “obat kuat”??

Emang aneh, tapi ada buktinya. Puasa itu bukan obat penurun “panas”. Tapi, seperti yang diungkap dalam hadis lain, adalah PERISAI dari urusan begituan. Jadi tak peduli dorongan BIOLOGIS (siklus hormon, aliran darah) itu melemah atau justru menguat karena puasa, kita tetap memiliki perisai SPIRITUAL berkat ibadah ini. Obat kuat iman.

Nah, sekarang saya kembali menonton Inbox. Sedang tertayang boyband (apakah mereka benar-benar “boy”?) 3 IN 1. Mungkin mereka bekas joki 3 in 1. Dari segi tampilan fisik dan koreografinya, tampak mereka berNIAT tercitra lebih macho daripada SM*SH. Kuakui bagus sekali……..niatnya saja tapi. Karena nyatanya bagiku, memamerkan kemachoan justru jadi tampak kekanakan.

Seperti cowok-cowok SMP-SMA. Termotivasi merokok agar tampak macho dan gaul. “BanCi l0 Ga n93rok0K!”. Padahal, saya lihat para banci itu justru merokok! Jadi yang benar, “Kayak banci lo, ngerokok!”. Dan lagi-lagi kita masih bahas tentang seksi. 3 IN 1 memainkan single “Sexy”. Seperti lagu menye-menye lainnya, berisi harapan (nafsu) tak sampai pada wanita sexy. Ah, wajar saja mereka tak berhasil mendapatkan wanita seksi. Sexy women worth REAL SEXY MAN! So, Be a Real Man, dude. Not pretend to be sexy. Be real sexy! Don’t fake it, make it! Hmmm…. bila acara “Be A Man” di global Tv masih ada, mereka – dan anak SMP yang merokok — layak jadi talentnya.

Nah, syukurlah kini sesi ustadz gaul kita di Inbox. Uje memberikan sepatah dua patah nasehat. (Memang terpatah-patah karena dipotong oleh guyonan ga mutu hostnya). Salah satu isinya sih menyampaikan bahwa lewat acara seperti itupun bisa berdakwah. Well, berarti saya juga boleh bilang, lewat tulisan geje ini pun bisa juga berdakwah.

Setelah itu, saya dapat perintah dari pimpinan tertinggi a.k.a bapak untuk mengantarkan handphone ibu yang ketinggalan. Sebelum TV dimatikan dan tulisan ini ditutup, kuberi tahu seperti apa seksi menurut seleraku, jawabannya kusesuaikan edisi bulan puasa. (Bulan lain pun sama saja sebenarnya). Yakni, tak ada bagiku yang lebih seksi ketimbang ……. seksi konsumsi!

Sekian, salam dari ustadz gaul seksi se-Cilacap

Bondan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Humor di TV kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s