Dibatasi Kebebasan

Arena kehidupan pasti memiliki batas. Arena sendiri bisa disebut “arena” karena ia ada batasnya. Tak hanya batas yang membelenggu, ada juga batas yang justru membebas kita di dunia ini. di dunia ini pula, banyak yang memuja kebebasan, sampai kebablasan. Padahal, bebas itu bukan bablas. Bebas itu, tak merasa terbatas walau hidup dihimpit batas. Kenapa alergi dengan pembatasan. Pertandingan tinju jadi seru karena petinju bertarung di arena yang terbatas, dalam waktu yang terbatas. Mereka teruji kemampuannya karena dihimpit batas. Apa jadinya tinju tanpa ada batas ruang dan waktu.

Bisa jadi, petinju memukul sekali saja. Seterusnya hanya berlarian kejar-kejaran, hindar menghindar. Tak jadi pukul memukul. Hanya menjadi pertunjukkan melarikan diri. Tapi memang agama itu bukan arena tinju. Bersyariat bukan sama dengan bertarung. Jadi, wajar bila ada yang ingin melampaui batas. Tak merasa cukup luas dan puas dengan arena yang ada. Terhadap para penerabas saya ingin bertanya, “Sebenarnya apa yang kamu cari?” Tepukan tangan karena kamu berani melanggar batas? Kedalaman ruhani atau sekedar cari sensasi? Wis monggo kamu melabrak batas. Tertipu yang tak sejati.

Bagai petinju yang justru keluar arena, meninjui pendukung musuh. Karena tak kuat mendengar caciannya, tergoda melayani umpatannya. Lupa bahwa musuh sebenarnya ada di hadapannya. Lupa kalau musuh benarmu itu terkalahkan, mereka akan diam jua. Kalaupun justru makin menjadi, jangan lupa kaupun juga punya badan di luar arena. Tapi memang begitulah pintarnya kita. Yang melanggar dipuja-puja. Ikut kesambar baru tahu rasa. Lalu apa yang kamu temukan? Kehampaan? Ya, hanya itu di luar sana.

Iklan

Satu pemikiran pada “Dibatasi Kebebasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s