Ndherek matur,

Petunjuk Yang Salah

Tuhan, aku sowan ke rumahMu seperti saudara-saudaraku

Kata orang-orang, semakin aku berlari ke halamanMu,

Semakin itu pula kalbuku terbelai semilir nafasMu

Tapi mengapa hati ini makin terengah, membuatku balik arah

Saat aku membelakangimu, mengapa Kau justru beri aku berbagai kesaktian

Kesaktian yang sama seperti para tamuMu

Apa engkau sengaja menjerumuskanku

Bukankah Maha Menyesatkan itu juga sifatmu

Bukankah istidraj juga ada dalam kamus takdirmu

 

Atau itu caramu, mengusir para peziarah

Yang terhijab lalapan “berkah”

Karena setahuku, Kau tak menawarkan apapun

Kau hanya mengajak, menarik, memanggil

Setahuku, saat kami memasuki kamarMu

Kau tak ingin lagi kami bawa sesajen rasa dan amal

Kau, menurutku, ingin kami telanjang setelanjang-telanjangnya

Begitukah?

 

Tuhan, sungguh bila Kau ingin aku jadi batu jadilah aku batu

Bila Kau buang aku ke Jahanam, ke sanalah aku tenggelam

Akalku takkan bertanya,”Bagaimana”

Tapi hatiku,

Hatiku kan meronta tuk sekedar berkata,

Mengapa?

Mengapa Kau tega?

Iklan

2 pemikiran pada “Ndherek matur,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s