Tak Pernah Lupa

Aku ini selalu mengingatMu, ya Allah. Bagaimana aku bisa lupa padahal aku mengingat ciptaan-ciptaanMu. Tak pernah kulupakanmu Gusti, sedetik pun! Tak pernah aku tersesat hai Tuhan! Bagaimana aku bisa tersesat bila hati yang kesasar ini kelimpungan di ruang rasa pemberianMu juga.

Gimana aku tertipu, kalau ada wajahMu di balik topengnya. Tak mungkin aku memakan yang haram, nasi itu sudah kau halalkan tuk membawaku ke nerakaMu. Mustahil aku berzina hati, mata, telinga, semuanya. Karena hatiku merasai sejuk ruhnya, mataku terpesona tantangan ruhnya, telingaku tergoda kekata ruhnya, badanku tergelitik jilatan ruhnya. Ruh-ku, ruh-nya, ruh-Mu juga!

Jangankan ibadah individual, ibadah sosial pun telah aku rutinkan. Jangankan remaja-remaja masjid, ABG-ABG dugem telah aku kumpuli! Bagaimana bisa aku tak mengenalMu!

Allah, tak pernah ku jauh karena sejauh-jauhnya aku pergi, masih dalam lingkup ruang waktu yang amat dekat bagiMu. Bahkan Kau lebih dekat dari urat leherku. Juga bagaimana bisa aku dekat karena sedekat-dekatnya aku merapat, aku mendekati Yang Maha Jauh!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s