Kiblat Kilat – Dalam Keabadian

Kiblat Kilat = Tulisan-tulisan yang saya buat on the spot saat buka WP.

Kebaikan yang tidak ikhlas itu temporal. Saat pertama dikunjungi pengemis, gembira hati bisa membantu. Kedua, ketiga, dan seterusnya, bosan melanda. Justru kita yang menjadi pengemis. Maka, adalah betul yang dikata nabi saya seluruh umat. Kebaikan yang tercintai itu kebaikan yang tertekuni. Istiqomah.

Karena kebaikan yang ditekuni itu tanda kebaikan itu tak lagi dalam level emosi. Ketekunan yang kita tempelkan pada kebaikan-kebaikan, seperti menghilangkan kutu-kutu kebaikan. Kutu kebaikan di sini tak lain adalah mood alias suasana hati. Sedang mood lalu berderma, biasa. Kebaikannya akan temporal sesuai munculnya good mood tadi. Maka, kata Tuhan saya semesta alam, berilah kala lapang maupun sempit.

Mengistiqomahi kebaikan, berarti membenamkan perbuatan kita itu ke level nurani. Nurani yang tak terpengaruh emosi atau mood. Rutin belajar itu contoh membenamkan kebaikan. Rutin sedekah itu akan meletakkan kebaikan di level keikhlasan. Tak ada rasa bosan di sini.

Dulu kita antusias mengikuti gerakan koin untuk Prita, sekarang beliau terkena masalah lagi, kita sudah bosan enggan menolong. Seperti yang dikeluhkan para pengungsi. “Yang saya khawatirkan itu 2 bulan setelah bencana. Kami mulai dilupakan seperti pengungsi di bencana lain.”

 

Iklan

3 pemikiran pada “Kiblat Kilat – Dalam Keabadian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s