Tanya Kiblat – Cara Duduk yang Anggun

Perkenalkan, kategori “Tanya Kiblat” ini berisi tulisan by request para pembaca setia. Tuk sementara kalau mau request tulisan monggo di kolom komen aja.

Cara duduk

Pertama, lihat arah kursi yang akan kita duduki. Silakan berjalan ke sana. (Cara jalan bahas lain kali). Tatapan mata jangan tertuju pada kursi terus. Cukup mengarah ke situ.

Bila bersama wanita, misal ibu atau saudara, persilakan duduk terlebih dahulu. Kalau kita jadi pihak yang menginisiasi pertemuan, ya kita yang mempersilakan.

Tarik kursi dengan hati-hati. Saat meletakkan pantat ke kursi, usahakan badan tetap tegak. Kecuali memang kursinya pendek.

Begitu sudah menempel, berhenti sejenak. Senyum atau tenangkan diri dulu. Rasakan duduk kita sudah nyaman atau belum. Segera tentukan kira-kira kita akan gerak seperti apa agar nyaman. Misal, geser ke belakang, atau ke depan sedikit.

Bersandarnya? Bila sedang dalam acara formal, kursi yang tadi sudah kita tarik mundur, kita majukan lagi sehingga mendekat area punggung. Lakukan dengan yakin. Jangan ragu-ragu narik kursinya ๐Ÿ™‚ Bila sedang dalam acara yang lebih santai, punggung kita yang mundur mendekati sandaran kursi.

Atur sedemikian rupa punggung kita lean-out. Dimundurkan. Bahu juga dirilekskan. Bila masih ingin menyamankan diri, lihat sekeliling. Bila teman semeja ternyata juga masih gerak-gerak cari posisi yang uenak, ya silakan ikut gerak-gerak lagi. Kalo mereka udah pe we, ya ditahan dulu. Anteng dulu. Setelah sekitar 20 detik, baru kita geser posisi lagi, cari posisi enak pelan-pelan.

Poin penting biar tampak anggun itu gerakannya lembut. dan yang penting SENYUM. ๐Ÿ™‚

itu tadi tips tuk menata tampilan luarnya. Sedang tips inner game nya seperti berikut.

Anggap area duduk itu milik kamu. Kamu nyaman di situ. karena itu memang tempat kamu, jatah kamu. RILEKS, RILEKS, RILEKS. Bila kamu sudah tenang, ga grasa-grusu, ga keburu-buru, NYAMAN, otomatis kamu bakal elegan dengan sendirinya.

Nah, tips yang eksternal tadi, latih sampai tubuh kita hafal. Sehingga sewaktu-waktu kita pengen jaim, bisa mudah menyesuaikan. Yang lebih penting, kamu mesti latihan rileks dan nyaman di kondisi apapun. Pasti sering kita alami, kita masuk tempat baru, agak grogi, merasa asing. Nah, kamu mesti latihan TIDAK ASING di tempat yang asing.

Kalau hanya mentingin gesture, bakal tampak kaku. Bila kita hanya mentingin mental, kita bisa salah tempat. Contoh, kamu ngutamain Nyaman sampai-sampai saat duduk untuk di resepsi nikahan kamu angkat kaki ke kursi. Kipas-kipas pake peci. ๐Ÿ˜€ Karena menunjukkan nyaman di acara A, beda dengan cara menunjukkan ketenangan di acara C.

Kalau kamu melatih tips yang eksternal, bahasa tubuh, kamu sudah berada di rel yang benar. Bila kamu juga mengimplementasikan ketenangan, kamu bisa melaju cepat di rel yang benar.

Kembali lagi poin pentingnya adalah, SLOW and SMILE!ย Badan mempengaruhi mental, mental mempengaruhi badan.ย  Waktu sedih coba paksa senyum, nanti sedihnya hilang. –> fisik mempengaruhi mental. Saat kita secara alami nyaman, otomatis muka kita muka senyum–> mental mempengaruhi fisik.

Dengan memaksa tubuh bergerak lebih lambat, kita bisa lebih TERKONTROL. Dengan senyum, kita bisa lebih NYAMAN. That’s the point

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s