Badai Kiblat – Menjadi Pribadi yang Dihormati

Badai Kiblat – Menjadi Pribadi yang Dihormati

Tulisan yang bertanda Badai Kiblat berarti ia tulisan-tulisan yang tanpa edit. Hanya draf kasar. Yang tercipta saat BrainSTORMing alias Badai otak bin menumpahkan pikiran setumpah-tumpahnya.

Cukup banyak kawan yang bertanya. “Gimana agar kita dihormati?” Saya jawab pertanyaan tersebut dengan pertanyaan pula. “Dihormati yang gimana?” Karena menurut saya, ada dua bentuk “pribadi yang dihormati”. Sejati dan semu. Jadi, ada kharisma sejati, ada kharisma semu. Ada wibawa sejati dan ada pula wibawa semu.

Pertama, tentang kharisma semu. Kharisma jenis ini lebih dekat pada bersikap formal dan etis. Jadi, untuk memperolehnya, kita cukup bersikap formal, anggun, jaim. Seperti tingkah kita saat bertamu. Begitu formal dan terjaga. Kebersihan dan kerapian pakaian, cara minum, porsi makan, sikap duduk sangat kita jaga. Sikap seperti ini bisa kita ketahui, praktekkan, dan biasakan lewat buku-buku atau sekolah kepribadian. Di sana ada banyak sekali petunjuk tentang etika berdiri, berjalan, berpakaian, senyum, duduk, makan, bicara, dan sebagainya.

Sikap formal ini tak pelak akan menciptakan suasana yang kaku. Namun, bila kita mempelajarinya dengan benar, sikap formal yang ditekankan tidak menafikan humor dan unsur “ketawa” lainnya. Lewat buku dan sekolah kepribadian itu, kita akan paham bagaimana memilih humor dan aksi lainnya yang mampu mencairkan suasana.

Bila kita sudah menguasai skill ini, bersyukurlah. Karena tidak ada yang lebih menyenangkan (bagi saya) bisa menciptakan suasana yang mengharmoniskan dualitas. Suasana kaku tapi sekaligus rileks. Merupakan perpaduan sains dan seni tingkat tinggi. Tapi ingat, kalau ini masih berupa skill atau keterampilan, sikap ini belum ter built-in menjadi karakter kita. Kita masih bisa memilih dengan sadar. Mau bersikap demikian atau tidak. Terserah, mau membiasakan skill tadi sehingga benar-benar menjadi kepribadian atau tidak.

Nah, tipe kedua, wibawa sejati. Pembeda utamanya hanya satu. Mana yang ia utamakan, pandangan orang atau pandangan Tuhan?

-Belum selesai – dan sepertinya tidak akan diselesaikan

Iklan

Satu pemikiran pada “Badai Kiblat – Menjadi Pribadi yang Dihormati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s