Lelangit Membumi

Lelaki Langit (Lelangit) Membumi

Saat mereka diam, dia diam. 
Saat mereka ramai, dia abai. 

Mulutnya tak bergerak. 
Kecuali pada yang mendesak.
Tapi tetap muncul suara darinya.
Ia telah menyejukkan dengan mata jernihnya.
Ia telah mengumpat lewat tatap

 matanya.

Ia menyapa dengan diam.
Matanya telah memanggil semua orang.
Tuk menoleh padanya dengan riang.
Memaksa tunduk pada pesonanya yang tawadhu'.

Gadis-gadis menyingkir walau ingin tetap dekat.
Silau oleh daya cahaya kesejukannya yang pekat.
Ia bukan malaikat. 
Ia lelaki yang dekat dengan yang terdekat.

Hadirnya yang singkat dan bermartabat.
Melemparkan canda yang tak terdustai.
Tak ada yang terlukai.

Ia berbincang dengan matanya,
Ia berbicara dengan tindak-tanduknya,
Ia berdiam dalam suaranya.

Karna RuhNya lah,
yang sebenarnya berbicara

Menyabdakan wejangan yang tak dipahami.
Meski selalu terbukti.
Ia yang berkata dengan suasananya,
Mari kita mencintaiNya.
Iklan

4 pemikiran pada “Lelangit Membumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s