LogiKAta; Tumbuh Bersama Kata

Logikata, Katalogi; Tumbuh Bersama Kata

Logikata. Logika dan kata. Katalogi. Kata dan logika. Sejak kecil saya terpesona pada kata. Saya senang memainkannya. Bacalah Ar-Rahman: 4 Anda akan maklum. Saya memainkannya hampir pada setiap waktu dan setiap benda. Tapi, tak hanya saya yang memainkan kata. Kata, juga sering mempermainkan saya.

Saya memainkan kata termasuk pada mainan saya. Saya tak merasa bersalah. Si kata ternyata juga menikmatinya. “Saya tumbuh karena kamu permainkan.”kata Sang Kekata. Mobil-mobilan, action figure saya bernyawa berkata berkat kata-kata dalam imaji. Indah sekali. Bahkan, teman sepermainan pun saya anggap sebagai mainan. Dan seperti mainan saya yang lain, teman saya ini saya permainkan tanpa dia sadari. Daripada mendengar kata-katanya, saya lebih memilih membuat versi sendiri. Ia boleh berkata,”Aku pinjam uangmu ya.” Tapi telinga ini justru mendengar lebih jelas,”Aku pinjam uTangmu ya.” (Kalo ga paham maksudnya pasti g ketawa).

Bila ia tahu saya tak memperhatikannya, ia akan heran lalu marah. Dan berkat kata pula ternyata, marahnya itu, saya maknai sebagai ramah. Ternyata kenakalan dan keliaran memiliki aroma indahnya sendiri. Itulah keindahan yang memang tak bisa diprediksi sumber dan sikapnya. Dan sialnya, itu makin membuatnya makin indah.

One thing leads to another. Kejumpaan pada keindahan kata yang menakjubkan ini mengantar saya pada indahnya keindahan. Saya menyukai hal-hal yang berbau seni. Tapi untuk saat ini belum termasuk airnya. Air seni. Karya saya harus memenuhi unsur keindahan. Indah versi diri ini tentunya. Contoh kecil, ketikan saya, baik artikel maupun kode program komputer, harus cantik secara visual. Satu yang masih saya harapkan. Semoga kepedulian saya terhadap keindahan ketikan ini, membawa saya pada kepedulian tuk menjaga keindahan kamar saya. Haha. Karena saya yakin One thing leads to another.

Keindahan menuntun saya mengenal entitas lainnya. Kebenaran makna. Hubungan keduanya sangat unik. Sangat indah tepatnya. Keindahan memiliki dua wajah terhadap kebenaran. Kawan dan lawan. Keindahan bisa menarik orang tuk menyelami segarnya samudera kebenaran. Tapi bisa juga ia justru mengaburkan wujud kebenaran. Tak jelas ia genangan air kolam nan sejuk, atau sekedar fatamorgana.  Inilah dualitas sikap yang mengakibatkan ambiguitas. Inilah watak keindahan. Inilah yang membuatnya maaakin indah.

Bermain bersama kata, bermain makna. Dan dalam memainkan makna, perlu logika tersendiri. Kata, masih enggan berhenti mengajak saya bermain ternyata. Ia membuat saya jatuh cinta pada logika. ”Kita bertiga akan tumbuh bersama.”kata Sang Kata dengan riang. Tapi tetap, di taman bermain saya, kata tumbuh lebih cepat dari saudara mudanya, logika. Saya lebih menyukainya. Saya menjumpainya lebih awal. Pengorbanannya lebih teruji. Ia yang selalu membuat saya tersenyum kembali kala keadaan meminta saya bersedih. “Tumbuhkanlah logika, aku tak berdaya tanpanya. Tumbuhkan pula rasa karena banyak kebenaran yang indah di taman ini, tak mampu dijelaskan logika.,”kata Sang Kata. Ringkasnya, Kata telah mengajari saya banyak hal tanpa perlu banyak berkata.

Dan kini, saat saya kuliah di bidang komputer, saya sempat heran. Mengapa saya menyukai computer programming? Apakah ini juga saudara Sang Kata? Saya tak bagus dalam matematika. Mengapa Kata tidak membawa saja saya pada psikologi  atau manajemen yang buku dan fenomenanya lebih mudah saya pelajari?

Kata tak memberikan penjelasan secara langsung. Tapi Kata memanggil kawan-kawannya yang tersimpan di suatu tempat. Kata kawan-kawannya,”Dalam computer programming, Kau memang kurang perlu matematika. Yang kau perlukan adalah logika dan problem solving. Dua hal yang kau suka. Banyak programmer yang berlatar belakang bahasa maupun psikologi bahkan bisnis. Hal lain yang kau suka.”

Penjelasan yang membuat saya tak jadi pindah kuliah. Dan saya teringat penjelasan lain Kata terhadap kata-kata pertanyaan saya. “Mengapa dirimu kadang menghilang begitu saja?”. Perlu diingat bahwa Kata telah membawa tumbuh seperti sekarang ini. Bila Kata menghilang, saya merasa takut tidak ada lagi kegembiraan bahkan tidak ada pertumbuhan diri. Ketakutan yang hanya ada di alam pikiran ternyata. Karena saya tak menjumpainya di alam nyata. Lagipula, Kata ialah pemberianNya sebagaimana yang lain. “Kuambil dan kuberi sesuai kehendak-Ku.” kata-Nya

Lalu kata pun menjawab pertanyaan saya tentang hobinya menghilang. Saya tak tahu apa maksud jawaban kata. Sekilas ia memang telah menjawab. Tapi pikirkan lagi sampai paham, jawaban itu bisa menjelma menjadi ekspresi keengganan menjawab. Bayangkan, saat saya bertanya,”Kenapa kamu kadang menghilang?”. Kata hanya berkata,”Tak semua kata, perlu dikatakan.” (paham maksud saya?)

NB: sehingga harap maklum kalau saya memilih WORDpress daripada yang lain 😀

Iklan

2 pemikiran pada “LogiKAta; Tumbuh Bersama Kata

  1. barangkali yang dimaksud tidak semua jawaban berupa kata-kata, tapi bisa dengan tindakan atau diam sekalipun. Atau barangkali saya juga termasuk yang tidak paham dengan apa yang kata maksudkan
    mengenai pilihan wordpress dibanding yang lain, tak ada masalah selagi merasa nyaman dan bisa memberikan ruang lebih untuk berbuat sebuah kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s