Para Pencari

Para Pencari

Pencari berarti orang yang sedang mencari. Mencari, bisa berarti berusaha menemukan kembali sesuatu yang telah hilang, atau menemukan hal yang benar-benar baru. Apapun itu, yang jelas kalau masih dalam tahap mencari, berarti belum ketemu. Kalau sudah ketemu ya namanya penemu donk. By the way, ada yang tau orang yang ngilangin benua Amerika ga? Hebat banget tuh. Perlu dikasih award. Setahu saya, benua Amerika itu ditemukan lebih dulu oleh pelayar muslim. Tapi mungkin ada yang menghilangkan hingga akhirnya ditemukan lagi Columbus. Haha. Ngawur. (maklum, saya juga sedang mencari ide yang tiba ngelayap. Mungkin si ide lagi bantu2 nemuin siapa yang ngilangin benua amerika kali ya?)

Nah, sekali lagi pencari itu berarti belum ketemu. Cari jodoh berarti belum ketemu. (atau mau nambah?) Saat kita memakai mesin pencari juga brarti kita sedang dalam posisi belum menemukan sesuatu.

Para pencari uang, berarti belum menemukan uang. Para pencari kehidupan, berarti belum menemukan kehidupan(??). Para pencari kebenaran sama juga. Belum menemukan kebenaran. Termasuk juga para pencari Tuhan. Berarti belum menemukan Tuhan!

Padahal bukankah semua manusia ditiupkan Ruh Allah hingga kita pun bersaksi kala ditanya “Alastu birabbikum?” Apakah Aku ini Tuhanmu?” . dan menjawablah kita (masih inget ga?) “Bala syahidna”. Ya kami bersaksi”. Tuh, kata yang dipakai adalah kami. Bukan saya. Berarti bareng2 tuh persaksiannya.

Artinya, sebenarnya kita sudah ketemu Tuhan. Tapi begitu diturunkan di dunia ini, kita menjalankan skenario hidup masing-masing. Termasuk yang sekarang sedang “kehilangan” Tuhan lalu terus menjelma menjadi Pencari Tuhan.

Bagi yang tidak kehilangan, ikatlah dengan syukur. Karena tidak kehilangan Tuhan itu juga sebentuk nikmat. Tentang nikmat ini, ikatlah dengan syukur, kata Umar bin Khattab ra. Selain itu, berdoalah agar kita menuhankan Tuhan yang tepat. Tahulah, hidup sebagai hewan, batu, tanah, dengan Tuhan yang tepat (Allah SWT) jauh lebih nyaman daripada hidup tanpa Tuhan, atau hidup dengan Tuhan yang salah. Hewan, batu, tanah, dll itu begitu hari akhirat kelak cukup dibangkitkan lalu selesai urusan. Sedang manusia, masih panjang urusan.

Jadi, kalau suatu hari kita tiba-tiba tertimpuk batu hingga berdarah, ga usah marah-marah. Siapa tau batu itu lebih banyak dzikirnya daripada kita. Dan darah yang mengucur itu lebih manut sama Gusti Allah daripada kita. Itu penyadaran dari Tuhan. Taaaak!! Eh, siapa tuh yang ditimpuk batu?

Iklan

4 pemikiran pada “Para Pencari

  1. “Bagi yang tidak kehilangan, ikatlah dengan syukur”. Di dalam bersyukur masih ada yang dicari : Ridha Allah subhaanahu wa ta’ala atas perbuatan dan jalan hidup kita, agar di dunia kita dipelihara, dan di akhirat dijauhkan dari api neraka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s