Ditinggikan

Ditinggikan

Banyak manusia ingin cepat mencapai puncak popularitas, kepakaran, atau kekayaan. Dikagumi, dikenang sebagai pahlawan. Maka, mereka akan terus-menerus memasang bata demi bata. Meninggikan menara popularitasnya. Tapi, mereka lupa membangun pondasi yang kuat. Terlalu gesa tuk menunggu bata-bata ketenaran itu melekat erat.

Lalu, tak perlu orang lain atau angin kencang tuk merobohkan menara selebritas keilmuan maupun kekayaannya. Cukup gerak-geriknya sendirilah yang menghancurkan menara.

Kemudian, berubahlah keadaan. Dari famous menjadi notorius. Terkenal akan baiknya, menjadi dikenal akan buruknya. Dari dikagumi, menjadi dicaci. Dari pahlawan, menjadi pecundang. From hero, to zero.

Barulah sadar. Ternyata, makin tinggi kehidupannya, hanyalah cara Tuhan agar merasakan jatuh yang lebih sakit.

Iklan

2 pemikiran pada “Ditinggikan

  1. ada metode lain dik………
    orang justru merendahkan diri serendah-rendah hingga tidak ada satu orang yang sanggup dan bisa untuk merendahkannya lagi!
    Itulah keluhuran(ketinggian) yang sejati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s