Ingin Berhenti (1 dari 3)

Ingin Berhenti (1-3)
Ada masa-masa motivasi blogging saya melemah. Bisa karena merasa tak pantas seperti yang saya jabarkan dalam “Kursi Panas”. Pernah pula karena komentar miring dari pembaca. Sedangkan yang akhir-akhir ini karena trafik blog yang menurun. Jika saya seorang penceramah terkenal, akhir-akhir ini popularitas saya sedang menurun. Dan hilangnya popularitas itu yang pernah melemahkan motivasi saya. Membuat saya ingin berhenti mengasah kemampuan menulis. (bukan hanya berhenti nge-blog). Sekedar info. Ternyata Bang Romi Satria Wahono juga membahas hal ini.

Tapi saya mengingat-ingat lagi tujuan saya belajar menulis dan mengapa saya blogging. Dakwah. Itu yang saya jadikan arah. Maka, saya tidak jadi berhenti. Karena, setelah saya telusuri, keinginan tuk berhenti itu berasal dari melankolisme pribadi. Dan alasan ini, tidak boleh dijadikan alasan tuk benar-benar berhenti berlatih menulis dan dakwah. Justru, keinginan tuk berhenti ini meski saya sikapi dengan dewasa.

Tuk alasan pertama, yakni “merasa tidak pantas”. Jika saya menuruti keinginan tuk bermelankolis ria, saya hanya akan berpikir sambil bersedih-sedih mengharap simpati,
”Sudahlah, saya berhenti saja. Saya masih terlalu banyak dosa. Saya masih belum mengamalkan, saya masih….dst.”.
itulah yang akan terjadi bila saya menanggapi firman Allah

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan. Amat besar kebencian Allah atas apa yang kamu katakan tapi tidak kamu lakukan.”

Dengan sikap yang kekanak-kanakkan. Dengan ngambek. Dengan sikap yang melankolis. Dengan sikap yang ingin meraih simpati.

Sikap saya pasti lain jika saya menanggapi peringatan Allah tadi dengan dewasa. Saya akan berdoa,

”Ya Allah, saya tidak ingin menjadi pendakwah yang hanya omong doang. Memerintahkan tanpa pernah mengamalkan. Tapi saya tidak akan mundur hanya karena banyak yang belum saya amalkan. Justru saya akan bersemangat tuk meminta-Mu menuntunku mengamalkan ajaran-Mu.”

Ya, saya tidak akan berhenti. Justru saya memohon semoga makin banyak dan berkualitas ajaran-ajaran Allah yang saya amalkan sehingga meskipun saya banyak omong, aksi nyata saya HARUS tak kalah banyaknya!
(bersambung ke seri II dan III)

Iklan

15 pemikiran pada “Ingin Berhenti (1 dari 3)

  1. Saya pernah nulis kalau gak salah. Suatu ketika saya “mutung” gara-gara blog gak ada yang baca, gak ada yang koment. Tapi selanjutnya saya mengubah pemikiran saya, “menulis bukan untuk berharap komentar”. Saya menulis ya karena ingin mengasah kemampuan menulis saya.
    Kalau mau banyak komentar ya dengan blogwalking.

  2. wah klo ngomongin soal trafik blog.. punya saya sepertinya masih ‘nol besar’ ^^ dari kmaren udah tanya jampi2nya ma mbah google tp yaa cuma seperti itu.. yah sing paling gampang emang blog walking seperti ini..
    yoo semangat blogging 45!!

  3. memang apa yang kita posting harus dipertanggungjawabkan; dalam qur’an disebutkan:

    “Alloh sangat murka kepada orang yang bisa nasihat tak bisa melaksanakannya”

    atau kata iklan mah NOT ACTION TALK ONLY :)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s