Ti3a Sikap T3rhadap Waktu

Setelah sekian lama berkenalan dengan waktu, paling tidak saya bisa mengambil tiga sikap terhadapnya. Tiga sikap ini mencerminkan tiga tingkatan. Sikap pertama merupakan tingkatan paling rendah, sikap kedua ialah menengah, sikap ketiga merupakan sikap yang paling baik. Namun, yang perlu dipahami, tingkatan ini hanyalah berfungsi sebagai peta perjalanan perkembangan diri. Bukan dimaksudkan untuk membuat rendah diri maupun tinggi diri.

Pertama, saya bisa menyikapi kawan saya sang waktu ini dengan menyia-nyiakannya. Menganggur karena malas. Menganggur karena malas ini sangat berbahaya. Ada pepatah inggris mengatakan,”Idle hands, are devils’ hands.” Alias tangan yang menganggur, ialah tangan para setan. Karena, tangan yang tidak disibukkan dengan kebaikan, pastilah disibukkan dengan keburukan.

Lalu, biasanya, setelah sekian lama menganggur akan muncul kejenuhan. Selain jenuh, ada juga penyesalan mendalam yang menghampiri. Mengapa menyesal? Karena telah membuang waktu tanpa arti saat diri sebenarnya bisa merenda prestasi. Jenuh dan sesal yang amat sangat inilah yang akan menuntun saya untuk berkegiatan.

Pada tahap kedua ini, saya serupa dengan “balas dendam” dengan banyaknya waktu yang saya buang. Yang ada dalam pikiran saya,”Setelah kemarin nganggur, sekarang harus sibuk!”. Asal sibuk. Asal banyak kegiatan. Ini tahap kedua yang saya alami. Teringat saya masa SMP-SMA dulu, saat beranggapan “Aktivis itu keren!”. Dan yang saya tahu dulu, aktivis itu asal banyak kegiatan. Maka, saya menirunya dengan mengambil banyak sekali kegiatan. Mondar-mandir perpus, organisasi, les, MC dan lain-lain. Jadi, kegiatan-kegiatan yang banyak itu saya lakukan untuk sekedar “Asal sibuk, asal keren.” .

Inilah tahap kedua. Kelompok ini saya namakan,”Kelompok sibuk mengisi waktu.” Bila saya umpamakan, kelompok ini serupa dengan kelinci yang berlari sangat cepat dan semangat tapi sayang ia tak tahu tujuan. Hingga, kura-kura yang meski lambat tapi paham “garis finish” tetap dapat mengalahkannya.

Namun, bagaimanapun juga, tahap kedua ini memberikan saya pengalaman yang amat berguna. Pengalaman untuk menanjak pada tahap berikutnya.

Tahap berikutnya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan akan efektif dan efisien. Apa yang membedakan dengan tahap kedua? Satu hal. Adanya tujuan. Ya, dengan tujuan ini, kita bisa memilah dan memilih kegiatan apa yang menunjang visi kita. Dengan visi, kita bisa melihat “garis finish” kita, lalu tinggal bersicepat mencapainya.

Dari luar, mungkin kelompok ini tampak tidak sesibuk kelompok kedua tadi. Bukan karena malas. Namun, karena mereka telah melihat tujuan dengan jelas. Dengan tujuan yang jelas ini mereka tahu kapan bergerak, kapan berhenti. Kapan belok, kapan lurus. Bila diibaratkan, ia serupa bela diri wing chun, aikido, atau pencak silat tingkat tinggi. Gerakannya minim namun efektif, tepat menyerang titik lemah lawan. Dan indahnya, tanpa melukai. (loh, kok malah sampai pencak silat)

Atau analogi yang lebih sederhana, siswa A sudah tahu dia akan mengambil kuliah di universitas mana jurusan apa. Sedang siswa B belum punya rencana sama sekali. Maka, saat siswa B sibuk terbawa tren teman-teman dengan tes di sana-sini, siswa A mungkin tampak “malas dan pasif”. Siswa A tampak tidak sesibuk siswa B. Padahal, di balik apa yang kita anggap malas, ternyata ia sudah punya rencana yang jelas. Ia sudah berencana akan melanjutkan ke mana, apa strateginya, dan sebagainya. Ia tahu kapan harus belajar, kapan bermain. Itu semua karena siswa A memiliki tujuan. Dari tahu tujuan ia akan melihat medan. Dari pengenalan medan, ia akan paham prioritas yang akan dilakukan. Energinya takkan tersiakan.

Kelompok ketiga ini, mari kita sebut dengan kelompok pencapai visi. Jika kita ingin masuk kedalamnya, syaratnya sederhana. Yakni sebelum berkegiatan, pastikan kita telah melihat tujuan.

Akhir kata, mari selalu libatkan Tuhan, maka akan tampak dengan jelas tujuan. Libatkan Tuhan, lalu mulailah berjalan. Libatkan Tuhan, raihlah kemenangan!


Iklan

4 pemikiran pada “Ti3a Sikap T3rhadap Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s