Tes Kepribadian dan Kecerdasan Ganda (bukan kepribadian ganda)

Kita bisa mengetes kepribadian dan kecerdasan ganda kita di personality.info. bagusnya, aplikasi ini sudah ada di facebook. Jadi agar bisa masuk ke situs yang saya maksud, kita harus sudah login ke facebook. Tuk tes kepribadian silakan dan tes kecerdasan ganda silakan masuk lewat sini. Di tes kepribadian kita juga ditunjukkan beberapa pekerjaan yang cocok untuk kita. Sedangkan tes kepribadian online lain, bisa diklik di Seri 2

Bagi yang ingin membaca cerita saya tentang tes tadi, silakan lanjut ke paragraf selanjutnya. 

Pertama, tentang tes kepribadian. Saya merasa menonjol dalam beberapa hal dan tentu memiliki kekurangan di beberapa hal lain. Bidang-bidang yang saya diberi kemampuan di situ, membuat saya sering membayangkan memiliki profesi tertentu. Pernah saya ingin jadi guru. Pernah pula ingin jadi hakim atau pengacara. Saya juga ingin jadi analis sistem atau analis bisnis. Tapi, yang saya idam-idamkan dari dulu ya jadi pengusaha. Ternyata, keinginan-keinginan saya tadi memang sudah pas dengan kepribadian saya. Di akhir tes saya dianjurkan tuk memilih di antara pekerjaan-pekerjaan tadi. Ini yang membuat saya sangat senang. Paling tidak, pembacaan saya atas potensi diri ini tidak begitu meleset. Saya tersenyum puas setelah membaca hasil tes tadi. Alhamdulillah.

Itu tadi tentang kelebihan. Bagaimana dengan “kekurangan” (dengan tanda petik) saya? Satu hal yang membuat saya sering merasa gelisah bahwa saya ini pelupa. Bukan pelupa apa yang sudah saya baca. Tapi saya sering lupa di mana naruh kunci, dll. Termasuk saat saya ngetik tulisan ini. Saya lupa di mana saya menaruh flashdisk saya .

Saya sering gelisah. Kenapa saya pelupa? Kayaknya waktu kecil ga gitu-gitu amat. Apa karena faktor polusi makanan yang tidak sehat? Apa karena benturan di kepala? (saya sering kepentok)S.aya pun jadi ayem setelah tahu ternyata ke-pelupa-an saya tadi memang sudah dari sono-nya. wajar. Ya, dengan tipe otak dan tipe kepribadian saya, saya memang “wajar” memiliki ke-pelupa-an. Apa yang tadinya saya anggap sebagai kekurangan hingga kadang lupa bersyukur, sekarang tidak lagi. Dengan hasil tes tadi, saya maklum bahwa kepelupaan saya itu memang “ongkos” tuk berbagai kelebihan yang dititipkan pada saya.

Ini pula yang membuat saya paham, kenapa banyak profesor yang tentu hafal di luar kepala berbagai rumus tapi sering lupa di mana meletakkan kunci, kacamata, pulpen, dsb.

Profesor-profesor seperti tadi biasanya disebut “absent-minded professors”. Kenapa “absent-minded”? Absent berarti tidak hadir. Mind berarti pikiran. Simpulannya, absent-minded itu orang yang pikirannya sering “tidak hadir”. Ketidakhadiran pikiran ini mudah sekali hadir saat absent-minded people (termasuk saya) ini melakukan kegiatan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi atau hal-hal rutin lainnya. Tapi, jangan anggap remeh. Begitu tipe ini diberi hal-hal yang menantang, otak ini akan sangat mampu diajak konsen. Hingga yang saya lupakan adalah waktu. (semoga tidak melupakan Sang Pemilik Waktu)

Contoh, saat saya berjalan menuju kamar mandi, hal yang sudah rutin, pikiran saya dengan cepat tidak hadir. Memikirkan hal yang lebih penting. Persiapan pidato misalnya. Eh, lagi asyik-asyiknya pikiran ini tidak hadir, tiba-tiba saya kaget karena lupa. “Tadi handuknya taruh mana ya?” Hahai.

Atau, kadang saya sering berjalan mondar-mandir di rumah. Pikiran saya melayang memikirkan hal yang menarik dan penting. Dengan resiko, saya mau naik motor pun harus bolak-balik kamar-garasi. Pertama kelupaan STNK, kedua ternyata salah ambil kunci. Ketiga, lupa ngidupin motor! (Ga donk). Ah, paling tidak saya sudah ada bakat jadi profesor. Pertama ya niru dari pelupa-nya,. 

O iya, dengan memahami berbagai tipe kepribadian manusia, paling tidak kita bisa lebih cool menghadapi berbagai macam watak. Contoh, ketika ada yang ngomongnya sambil memainkan tangan. Entah melipat baju, kertas, dll. Saya bisa berprasangka positif, “Barangkali dia memiliki kecerdasan kinestetis yang menonjol, wajar saja tangannya ga bisa diem.”

Duh, hampir lupa (tuh kan), cerita tentang tes kecerdasan gandanya gimana? Singkat saja ya. Saya diberi Allah kecerdasan di bidang bahasa. Maka saya suka baca tulis, diskusi dan pidato, termasuk blogging ini.

Terus, saya juga diberi kecerdasan intrapersonal lebih. Saya sering mengeksplor kepribadian diri saya pribadi sehingga bisa tahu jenis pekerjaan apa yang cocok. Seperti yang sudah saya tulis tadi. Di ranking ketiga, saya diberi kecerdasan interpersonal sehingga saya juga senang mengamati kepribadian orang. Saya juga kadang, sekali lagi kadang, ngajak ngobrol orang yang sudah dikenal atau belum. Tapi lebih sering saya diam dan asyik menyendiri. Karena, kecerdasan intrapersonal yang lebih kuat mendorong saya tuk lebih asyik merenung atau introspeksi.

Watak saya yang bisa diem bisa rame itu membuat banyak teman saya senang. Meski juga banyak yang sering bingung. Kok tiba-tiba humoris tiba tiba pendieem banget. Anyway, berbagai kecerdasan itu akan indah dan makin ditambah bila kita meningkatkan kecerdasan ruhiah. Salah satu caranya dengan “hobi” ber-alhamdulillah. 

Iklan

7 pemikiran pada “Tes Kepribadian dan Kecerdasan Ganda (bukan kepribadian ganda)

  1. Mau nanya Pak de Bond, nuwun sewu, kenapa ya para jagoan komik (Batman, Superman, spiderman dll. nya) punya kepribadian ganda ya? apa cuma untuk melindungi privasi mereka? (maaf Pak de, nanyanya tentang Komik nih…, cuma takutnya anak2 jadi ikut – ikutan seperti jagoan mereka, bahaya buat mereka gak ya? ). kalo pertanyaannya gak mutu gak di jawab juga ikhlas kok….Maturnuwun.

    1. Iya ya. saya malah baru kepikiran. Kalo liat di film2 ya kayaknya untuk melindungi privasi. tapi kalo Catwoman setahu saya bukan sekedar privasi. tapi memang efek samping kemampuannya. jadi, sebenarnya si catwoman itu engga pengen double personality, tapi ya itu resikonya.

      terus terang saya ga tahu mas. bukannya ga mau jawab lho. tapi emang ga tahu. tanya ke psikolog saja mas :). maaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s