Ketika Saya Ber-Facebook Ria

Ketika Saya Ber-Facebook Ria

Paling tidak ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari facebook. Seperti menganalisa tren kondisi mood teman-teman kita lewat status facebook. Sudah saya tulis di Memperbesar Skala Analisa. atau kita bisa belajar dari note teman-teman kita, para software engineer facebook, dan sebagainya. Sudah saya bahas di Evolusi Penggunaan Facebook

Namun, ada satu hal lagi yang bisa kita pelajari. Saya tersentak ketika iseng membaca surel notifikasi fb bulan februari 2009. Di situ masih ada link yang mengantar saya menuju komen status saya. Ternyata komen tersebut masih bisa ditampilkan! Lalu apa yang saya maksud sebagai wahana belajar?

Saya jadi sadar bahwa “pembicaraan” kita di facebook terekam dengan baik. Ini mengingatkan saya tuk “berkata” di fb dengan baik. Dan lagi, bahasa yang dipakai di facebook ialah bahasa tulisan yang sering mengundang salah paham. Komen yang kita tulis dalam suasana hati damai dapat terkesan bernada amarah hanya karena kita menempatkan tanda seru.

Di facebook kita juga perlu menyeleksi penggunaan aplikasi-aplikasi. Facebook juga media untuk umum. Kita perlu melakukan Pengaturan privasi demi keselamatan lahir dan batin.

Nah, Silakan dianalogikan sendiri dengan pelajaran di dunia nyata. Soal facebook sebagai media umum dan bahasa tulisan yang rentan salah paham misalnya. Mari kita bayangkan apa jadinya bila kelak anak kita ternyata bisa membuka akun fb dan surel kita. Lalu si anak berpikir yang tidak-tidak karena yang ia baca hanya tulisan tanpa mengetahui “asbabul wurud” nya alias sebab serta situasi kondisi mengapa kita menulis demikian.

Soal “pembicaraan” yang terekam dengan baik tadi misalnya. Kita jadi ingat bahwa tiap kata pun dicatat malaikat. Bahkan, penelitian membuktikan sel dapat menyimpan informasi. Ini berarti masuk akal apa yang sering saya dengar dari ustadz sejak kecil. Bahwa kelak mata, telinga, kulit, rambut, pakaian, semuanya menjadi saksi sekaligus bukti di akhirat.

<Semoga salah saya termaafkan. Terhapus dari “database”>

Ah, akhirat kan masih lama. Begitu kata sebagian orang. Mungkin benar. Yang jelas, “yang masih lama” itu ditentukan oleh apa yang kita lakukan SEKARANG.

Iklan

Satu pemikiran pada “Ketika Saya Ber-Facebook Ria

  1. “Ah, akhirat kan masih lama. Begitu kata sebagian orang. Mungkin benar. Yang jelas, “yang masih lama” itu ditentukan oleh apa yang kita lakukan SEKARANG.” benar sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s