Pengondisian Kesuksesan

Tips ini saya dapat dari buku “100 Ways to Motivate Others”. Ternyata sudah saya praktekkan sejak lama. Intinya, kita tidak perlu merasa harus mengubah kepribadian agar menjadi pribadi yang disiplin atau sukses. Yang kita perlukan hanyalah “lingkungan yang terkondisi”. Ya, jadi kalau kata-kata “mengubah kepribadian” terasa menakutkan, gantilah dengan “menciptakan rutinitas” atau “pengondisian lingkungan”. Hampir mirip dengan apa yang disampaikan Malcolm di artikel saya yang ini.

Misal, saya pernah merasa jenuh dan berdosa kenapa waktu luang saya banyak hilang begitu saja. Tidak termanfaatkan. Kemudian saya ingat bahwa di komputer ada banyak sekali artikel bidang komputer dan agama. Tapi belum saya manfaatkan. Maka, saya bertekad melahap artikel-artikel itu. Yang saya perlukan hanyalah kondisi yang memudahkan saya. Dalam benak saya, saya berpikir “Pokoknya asal duduk di depan komputer dulu.” Kalau saya sudah duduk di depan komputer, apa yang saya lakukan tidak jauh2 dari membaca artikel2 tadi, nge game, atau ngotak atik aplikasi hape. Pokoknya tidak nganggur, tidak hanya buka facebook. Nah, secara tidak terbebani saya sudah belajar kan.

Waktu itu saya mulai berafirmasi. “Tiap ada waktu luang, duduk depan komputer.”. itu saja. Lalu, apa yang terjadi? Setelah saya duduk di depan komputer, Saya menyalakan komputer donk. Terus saya ingat kalau saya ingin belajar komputer maka saya mulai membuka folder yang berisi ilmu-ilmu tentang komputer. Biar lebih terkondisi lagi, saya buat shortcut folder ilmu komputer tadi di desktop. Ini membuat saya tiap kali menyalakan komputer, melihat folder itu, lalu membukanya dan mulai belajar.

Tentu saja awalnya metode belajar saya ngawur. Tidak apa-apa yang penting terus disempurnakan. Memang tahap kesuksesan kan seperti itu.

Tidak hanya itu, saya lalu ingat kalau punya blog. Saya pun sebenarnya sudah sering ketiban ide artikel cuman belum sempat ditulis. Maka, saya menciptakan kondisi yang nyaman bagi saya buat nulis. Yakni yang sepi nyenyet. Tidak ada orang bersliweran. Saya juga membuat folder khusus artikel-artikel blog. Sehingga secara tidak sadar saya terpacu tuk menulis.

Saya juga pernah membiasakan untuk belajar tiap malam. (lihat, saya belum membuat jadwal spesifik jam berapa malam yang saya maksud). Saya hanya berpikir, “Tiap habis isya’an, duduk di meja belajar!”. Awalnya ya saya hanya buka-buka hape meski sudah duduk di meja belajar. Kemudian saya evaluasi. Meja belajar saya kurang nyaman. Banyak kertas, buku, yang membuat meja terkesan sempit. Kesan sempit ini mempengaruhi suasana hati yang jadi males belajar. Lalu saya bereskan meja, dan menjaganya tetap terkesan luas. Di dekat meja saya taruh tas. Biar saya bisa LEBIH TERKONDISI tuk ngambil binder. Ngecek sapa tahu ada pe er dll. Karena saya ini sering lupa PR 
Blog ini juga bisa jadi lahan penganalisaan. Kalau dianalisa dengan skala yang diperbesar, kita tahu dari kemarin upload artikel2 di blog ini memiliki pola yang sama. Yakni saya ketik pada dini hari (meski baru saya upload siangnya) dan langsung banyak. Tapi berhenti lagi nulisnya beberapa hari. Jadi ya update blog ini tidak harian. Mungkin seminggu sekali tapi langsung banyak. Karena memang kondisi yang menunjang bagi saya tuk menulis ya cuma saya bikin kira-kira seminggu sekali

Iklan

3 pemikiran pada “Pengondisian Kesuksesan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s