Memperbesar Skala Analisa (ilmu titen)

Ide ini datang setelah saya membaca ulasan buku Malcolm Galdwell yakni “The Outliers”. Dalam buku tersebut Malcolm memunculkan tesis bahwa untuk menjadi seorang master di suatu bidang, kita perlu waktu 10.000 jam berlatih di bidang tersebut. Sepuluh ribu jam berarti kita perlu sekitar 9 tahun menekuni bidang itu jika kita hanya mengalokasikan waktu latihan 3 jam per hari. Berarti pula 4.5 tahun dengan waktu latihan 6 jam per hari secara konsisten. Tentu ini bukan patokan pasti. Ada banyak kasus pengecualian. Ini hanya memotivasi kita untuk terus belajar dan membuat kita tidak terlalu “ngambang” memikirkan “Kapan kita menguasai bidang ini?”

Selain ide 10.000 jam, dalam buku itu Malcolm juga ingin mengupas cara meraih kesuksesan dari sisi lain. Biasanya, buku-buku pengembangan diri mengajarkan tips-tips meraih sukses di mana tips itu berasal dari PRIBADI orang yang ingin sukses tersebut. Misal, jika kita ingin sukses, kita mesti disiplin, memiliki visi, dan sebagainya. Kiat-kiat tersebut lebih ditentukan oleh faktor pribadi masing-masing.

Malcolm menawarkan ide berbeda meskipun sebenarnya tidak baru. Ia menemukan faktor EKSTERNAL yakni variabel lingkungan sosial, kondisi keluarga, dan waktu yang berkaitan dengan kesuksesan seseorang. Misal, ia mengamati ratusan pengacara. Dari pengamatannya, ternyata hampir 100% pengacara sukses saat ini memiliki riwayat hidup yang sama. Lahir pada tahun yang hampir sama (variabel waktu), kesamaan geografis tempat tinggal, dan kondisi keluarga yang sama. Bahkan, dari penelitiannya, ia bisa memberi informasi begini. Jika Anda ingin memiliki putra seorang ahli software, usahakan ia lahir pada tahun sekian, ciptakan lingkungan yang demikian.

Para sosiolog pun sebenarnya sudah mengadakan analisa yang mirip. Maka, para sosiolog sering membuat prediksi bahwa generasi Y (kita yang lahir di era 90an) akan sangat lengket dengan gadget, internet, relatif mudah stres, dll. Bukan hanya karena watak turunan (INTERNAL), tapi lebih karena perkembangan teknologi (EKSTERNAL) yang pesat di saat generasi Y ini menjadi remaja.

Mungkin di Indonesia serupa dengan analisa mengapa mahasiswa Jogja dan Bandung dikenal kreatif, mahasiswa Jakarta dikenal berani bicara, orang Batak banyak yang menjadi pengacara, santri Gontor pintar bahasa Arab dan Inggrisdll.

Saya jadi teringat dengan feng shui atau di budaya Jawa yang mirip ya Pranata mangsa. Saya sering lihat di TV menjelang tahun baru selalu ada analisa dari seorang ahli feng shui bahwa tahun ini tahun anjing/ kambing/ babi/ kuda/ dll maka usaha kurang lancar atau dll. Atau kalau menurut pranata mangsa jawa saat ini kita sedang memasuki bulan “Anjrah jroning kayun” alias “sedih dalam hati”. Sedih karena panen rusak akibat banjir.

Lihat, hasil pengamatan feng shui mengutamakan “usaha dagang” sedang ngelmu titen tiyang jawi sering mencatatkan “nasib” pertanian, silakan dianalisa sendiri. Tentu saja kita tidak perlu menganggap hal seperti itu ghoib dll. Karena menurut hemat saya ini muncul dari hasil pengamatan bertahun-tahun. Terlepas ilmiah atau tidak, akurat atau tidak. Kita juga tidak perlu khawatir atau senang berlebih dengan prediksi-prediksi seperti ini. ‘kan hal ini muncul dari pengamatan manusia yang bisa salah bisa benar.

Saya pun mencoba menerapkan pembesaran skala analisa ini. Kita bisa praktek pengamatan dan analisa di facebook dengan mengamati status teman-teman kita. Misal di saat liburan semester ini. Awal liburan kemarin, status banyak yang susah atau senang karena IP. Kemudian, di tengah liburan, banyak yang mulai mengeluh bosan. Di masa bosan ini banyak sekali yang mudah marah tapi senang kalau diajak berkegiatan. Uniknya, setelah mengeluh bosan, gantian menjadi sedih. Sedih karena ingat kenangan masa lalu. Masa lalu teman-teman remaja saya ini tidak jauh dari hubungan roman picisan. Terus, mendekati masa KRS an ini, banyak sekali yang mulai balik ke kampus dan “menyusun semangat baru”.

Pikiran saya dulu hanya bisa berhenti pada “Kok teman2 banyak yang sedih / semangat?” tapi sekarang saya paham dan bisa bersiap-siap dicurhati kala masa liburan datang :P. Atau mungkin diajak dolan J. Biasanya, saat liburan, banyak waktu luang, banyak nganggur. Nah, nganggur ini memicu kebosanan. Atau kalau tidak, otak akan secara otomatis mengingat hal-hal yang masa lalu. Mungkin pula berimajinasi akan masa datang. Inilah mengapa di saat liburan banyak yang tiba-tiba teringat kenangan-kenangan yang menyedihkan atau justru dengan semangat berusaha meraih mimpi. (walau diawali khayalan)

Penggunaan lainnya, jika kita mendapati teman kita ada yang sedih, kita bisa memperbesar skala analisa kita. Kalau dulu kita (tepatnya saya) berpikir teman saya sedih karena masalahnya sendiri (misal roman picisan), sekarang saya mulai berpikir “Oh wajar teman saya ini sedang mudah stres, kan lagi musim ujian. Bukan hanya karena roman picisan.” Dengan pengetahuan ini saya bisa memperoleh referensi lagi tuk memberi solusi. Saya tahu bahwa teman saya mudah stres bukan hanya karena “perasaan” tapi mungkin otaknya perlu refreshing, dll. Jadi, selain menenangkan perasaannya, salah satu obat stres kawan saya tadi ya dengan mengajaknya refreshing otak, bukan hanya hati. Begicrut. Semoga bermanfaat.

Iklan

7 pemikiran pada “Memperbesar Skala Analisa (ilmu titen)

  1. hehehe…seneng membaca kutipan diawal mengenai butuh 10.000 jam atau 9 tahun untuk menjadi ahli / mendalami suatu bidang…
    tapi kok pas makin panjang saya membaca artikel ini … kok jadi semakin mumet yaa?

    Nggak tahu apa bahasanya yang bingungin, atau suasana saat saya membaca (lagi di mall dan penuh keramaian), atau apalah … hehehe… but … salut.. saya suka kutipan tentang 10.000 jam tersebut
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s