Kualitas: Hilang dan Ditemukan

Beberapa waktu lalu saya merasa kualitas hidup saya menurun. Bosan. Merasa tak berarti, unusefull, dll. Semoga bisa jadi hikmah. Pernah juga saya alami saat awal2 kelas tiga SMA. Setelah saya analisa, ternyata ada dua hal yang hilang dalam hidup saya. Dua hal itu sangat berarti bagi saya. Pertama buku, kedua organisasi. Dua hal itu menjadi passion saya. Salah satu poin saya kali ini, passion hilang, semangat hilang donk.

Untuk hal pertama, buku, pada masa-masa tersebut saya seolah lost contact dengan buku. Buku yang saya maksud di sini tentu buku tentang minat saya. Pengembangan diri, manajemen, kepemimpinan, biografi. Saya akui, tidak mudah mengaplikasikan ilmu dalam buku tersebut. Misal, saya baca buku tentang remaja muslim ideal. Setelah baca buanyak buku ttg hal itu, tetap belum ada perubahan yang berarti. Namun, dengan rutin membaca buku2 bergizi tersebut, paling tidak kita akan ingat dengan cita-cita kita. Passion kita. Dan langkah akan menuju ke sana. Meski tertatih-tatih. Jadi, jangan bosan baca buku2 pengembangan diri, atau kiat2 sukses, dll bagi yang memang minat. Paling tidak ia menjadi “alarm” bahwa kita harus sukses. Menjadi alarm bahwa kita harus terus memperbaiki diri. Walau aral melintang. Baca lirik ost Kera Sakti. Masak kalah sama Sun Go Kong.

Nah, saat kuliah sekarang ini, saya perhatikan pengaruh bacaan terhadap kehidupan. Ketika hari-hari saya kosong dari membaca teks dan alam, semangat hidup menurun. Seperti saya ungkap di atas. Begitu saya membaca “A Guide for A Software Entrepenur”, saya semangat kembali. Meski belum tentu saya menjadi pengusaha perangkat lunak, paling tidak hal itu mengingatkan saya tentang cita-cita saya tuk jadi pengusaha muslim kelas kakap (paus kalau perlu). Juga, saya menjadi semangat kembali kuliah. Karena saya pernah merasa, “buat apa sih kuliah?’’. Dengan paham dunia software dan entrepenurship, saya melihat manfaat kuliah. Lalu muncullah semangat. Begitu juga saat saya membaca biografi bapak Muhammad Athar (nama asli Bung Hatta), Total QUALITY Management, dll.

Maka, kala lagi ga mood atau down, tanyalah pada diri Ambak. Apa Manfaat BAgiKu? Dengan bertanya apa manfaat kita kuliah, manfaat ikut seminar, manfaat belajar matik, dll. Insya allah yang tadinya males bisa jadi semangat. Misal saya bertanya apa manfaat belajar matik? Logika meningkat dan menyenangkan ortu. Dua hal itu menjadi titik motivasi pribadi. Termasuk saat saya mulai males nulis. Hehe

Tentang hal kedua, organisasi, alhamdulillah dalam waktu dekat ini ada prokja seminar yang perlu saya urus bersama teman-teman saya yang hebat. Saya merasa “hidup” kembali. Tidak seperti bulan-bulan kemarin saat masih “sepi order” berorganisasi.

Oya, ternyata, drop nya semangat hanya karena dua hal ini, bisa membawa implikasi pada bidang lain kehidupan saya. Saat saya drop karena ga ada bacaan atau tugas organisasi, bad mood tersebut membuat saya juga males kuliah. Bermuram durja. Yag membuat ibu saya ga enak hati. (apalagi saya) Sensitif. Dll. Apalagi ditambah rasa bersalah. “saya kok jadi gini ya?”. Wah, ga enak banget tuh. Nah, dengan kembalinya dua hal tersebut, saya pun semangat kuliah. (tapi sayang malah udah libur duluan). Saya pun kembali ceria di rumah. Dan hidup kembali normal.

Maka, kalau temen2 lagi drop. Gunakan metode Ambak tadi. Amati. Apa yang menjadi passionmu. Semangatmu. Temukan TITIK MOTIVASI mu. Mungkin penyemangat itu hilang dari kehidupanmu sementara ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s