<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ngalor ngidul ketemu kiblat</title>
	<atom:link href="http://pikiranpojok.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pikiranpojok.wordpress.com</link>
	<description>Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 00:44:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pikiranpojok.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ngalor ngidul ketemu kiblat</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pikiranpojok.wordpress.com/osd.xml" title="ngalor ngidul ketemu kiblat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pikiranpojok.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sabar Prorgresif</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2012/01/02/sabar-prorgresif/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2012/01/02/sabar-prorgresif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 12:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Sabar Progresif “Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.&#8221; (Sitaan Perang: 65). – Allah, Sang Maha Sabar Sabar tak hanya tentang kemampuan menghadapi musibah. Ia juga kemampuan kita untuk melakukan ketaatan dan tidak melakukan kemaksiatan. Dari tafsir para ulama itulah, kita tahu bahwa sabar erat kaitannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=574&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Sabar Progresif</strong><em></em></p>
<p align="center"><em>“Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.&#8221; (Sitaan Perang: 65). – </em>Allah, Sang Maha Sabar</p>
<p>Sabar tak hanya tentang kemampuan menghadapi musibah. Ia juga kemampuan kita untuk melakukan ketaatan dan tidak melakukan kemaksiatan. Dari tafsir para ulama itulah, kita tahu bahwa sabar erat kaitannya dengan ini; daya tahan terhadap tarikan negatif. Pada musibah, tarikan negatifnya adalah sedih dan putus asa. Sabar terhadap kemaksiatan, berarti tahan terhadap tarikan tuk berbuat maksiat itu sendiri. Pada ketaatan, tarikan negatifnya ialah godaan untuk berhenti dan mundur dari jalan keunggulan. Pada tiga hal inilah kita tahu bahwa sebenarnya sabar memiliki sisi yang membuat kita terus melaju. Inilah sabar progresif. Inilah sabar para ksatria, para <em>movers</em>.</p>
<p>Bagi kita yang cenderung berwatak <em>nrimo ing pandum</em>, adalah mudah tuk mengapilkasikan sabar pada peristiwa pertama. Menghadapi musibah. Inilah apa yang sering orang sebut dengan <em>adversity quotient</em>. Kita sangat memerlukannya, tetapi bila tidak berhati-hati, fungsi ini akan menjadi bumerang. Anda bisa saja tahan dengan kemiskinan, tetapi sekaligus tidak ada keinginan untuk menjadi orang mampu. Ibarat mobil, kita terlalu betah mengerem sehingga kita tetap saja menjadi pihak yang dikasihani, lemah, perlu didorong. Padahal, Allah lebih suka mukmin yang kuat, kan?</p>
<p>Buktikan saja, Allah banyak mencontohkan kesabaran dalam Al-Quran, pada kisah-kisah peperangan dan ujian. Tidak hanya musibah. Karena memang dalam kondisi perjuangan, sabar lebih teruji. Bagi Anda yang pernah berkelahi, Anda akan pernah merasakan tarikan negatif ini. Takut, ingin mundur, bahkan pada tahap tertentu Anda ingin menangis meminta perlindungan orang tua. Seperti anak kecil. Kegiatan perploncoan melahirkan efek yang sama. Karena sebenarnya, keberanian adalah buah kesabaran. Ulama mengatakan,”Keberanian ialah sabar yang sesaat.”. Juga, ingatlah sabda nabi bahwa “Pintu surga itu ada di bawah kilatan pedang.” Nabi bukan mengajak kita untuk merekayasa perang agar meraih surga. Melainkan secara gamblang memahamkan kita bahwa, <span id="more-574"></span>surga itu sangat dekat dengan orang-orang yang berani, orang-orang sabar.</p>
<p>Maka, kita perlu melengkapi fungsi kesabaran. Orang-orang yang bertekad kuat, tak mudah menyerah, tekun, sebenarnya penjelmaan orang-orang sabar progresif. Mereka tahan godaan untuk menyerah. Mereka enggan istirahat sebelum waktunya. Mereka menahan agar tidak cepat puas. Pun, merekalah orang-orang ceria. Ringan melawan tarikan kesedihan.</p>
<p>Orang-orang sabar biasanya rajin dan disiplin. Tidak membiarkan dirinya dikendalikan <em>mood</em>, tetapi merekalah yang mengendalikan <em>mood</em>. Kaum s<em>habirin</em> memiliki tirakat tersendiri. Mereka terbiasa menempa diri dengan tidak melakukan hal yang mereka suka  dan melakukan hal yang tidak mereka suka.</p>
<p>Dari pembiasaan diri itulah akan tiba saatnya para <em>shabirin</em> mudah saja melakukan hal yang tidak sesuai <em>mood</em> tetapi perlu dilakukan. Tidak membeli yang sekedar diinginkan, tetapi dibutuhkan. Itu contoh sederhananya. Mereka, menerima efek samping kesabaran: pengendalian diri. Tidak melakukan yang menghambat, menyegerakan hal-hal peletup keunggulan.</p>
<p>Lalu, apakah kekuatan sabar progresif? Cita-cita. Dengan memiliki cita-cita, tujuan, target yang jelas orang-orang sabar lebih terdorong tuk tidak berhenti sebelum waktunya. Maka, orang sabar terlatih untuk fokus dan konsisten. Menyelesaikan apa yang ia mulai. Kekuatan visi akan Sang “Ahad”lah yang membuat Bilal tahan siksaan. Kejelasan obsesi tentang surgalah yang membuat sahabat segera membuang kurma lalu terjun ke medan perang.</p>
<p>Tidak berprinsip “yang penting cepat kelar” saat ujian, itu sabar progresif. Tidak <em>facebook</em>an tanpa tujuan sebelum selesai tugas, juga demikian. Kesabaran adalah daya tahan. Betapa banyak orang yang awalnya beriman, gemilang, tetapi wafat dalam keadaan <em>su’ul khatimah.</em> Kesabaran memastikan kita tetap baik hingga akhir.</p>
<p>Kesabaran, membuat kelelahan lelah dan luluh mengejar kita. Sabar, menjadikan ketakutan takut menghadapi kita. Kesabaran, menyebabkan kemarahan marah, kesedihan berduka, dan kemalasan enggan  bila mendekati kita.</p>
<p>Kesabaran, ada pada pukulan pertama yang mengakibatkan kekebalan pada serangan berikutnya. Maka, pastikan kesabaran pertama kita ikuti dengan sabar kedua dan seterusnya. Bersabarlah dalam bersikap sabar.</p>
<p>Akhir kata, belum cukup dikatakan sabar bila baru <strong>menghadapi</strong> musibah ataupun tantangan. Sabar, baru layak disematkan bila kita juga <strong>segera</strong> <strong>berjuang</strong> <strong>menyelesaikannya</strong>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=574&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2012/01/02/sabar-prorgresif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngalor Ngidul Komunitas Kita</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/29/ngalor-ngidul-komunitas-kita/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/29/ngalor-ngidul-komunitas-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 06:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Ngalor Ngidul Komunitas Kita  “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); ” (Ali ‘Imran: 140-) Saya jarang sekali memenuhi “wajib posting” Bala Tidar. Seinget saya malah baru sekali ini. Bicara tentang “wajib”, Anda boleh saja bertanya alasannya, tapi bukan kewajiban saya untuk menjawab Nah, wajib posting bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=570&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Ngalor Ngidul Komunitas Kita</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em> “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); ” </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Ali ‘Imran: 140-)</em></p>
<p>Saya jarang sekali memenuhi “wajib posting” Bala Tidar. Seinget saya malah baru sekali ini. Bicara tentang “wajib”, Anda boleh saja bertanya alasannya, tapi bukan kewajiban saya untuk menjawab <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, wajib posting bulan ini ialah “Kaleidoskop Pendekar Tidar 2011”. Sudah banyak Bala Tidar yang menyoroti naik turunnya spirit komunitas ini. Memang faktanya demikian. Tapi, kita bisa juga melihat bahwa komunitas blogger magelang ini tidaklah turun naik (vertikal) yang berujung pada penilaian bahwa bila sedang naik, itu sedang membaik dan sebaliknya. Lah, kalau tidak turun naik, lalu apa?</p>
<p><span id="more-570"></span>Ngalor ngidul! Ya, dinamika Pendekar Tidar itu kalo ga <em>ngalor, </em>ya <em>ngidul</em>. Dinamika ini ya biasa terjadi di semua komunitas. Jangankan sekedar komunitas blogger, umat beragama yang di-founding father-i oleh Allah pun mengalami kondisi yang sama. Bila kita melihat Pendekar Tidar (PT) itu sekedar ngalor –ngidul, penglihatan kita ini tidak akan berujung pada penilaian baik buruk, benar salah. Bahkan, cara pandang ini tidak akan memiliki ujung apapun. Ia hanya akan menjumpakan kita pada kiblat. Dan kiblat itupun bukanlah ujung, melainkan pangkal gerak kehidupan berikutnya.</p>
<p>Saat kopdar kita macet, pengen bikin acara tapi mampet, kita ga perlu khawatir berjama’ah. Cukup kita wakilkan pada Pengatur Lintasan Hati (khowatir) saja. Kita lihat, pada saat-saat kritis seperti itulah akan muncul dukungan semesta, kata Prof. Yohanes. Mengakibatkan salah seorang pendekar tidar akan <em>kasinungan wahyu</em> untuk maju perang pantang pulang sebelum menang.</p>
<p>Saat kopdar kita lancar, acara <em>pating gebyar</em>, kita ga perlu senang berjama’ah. Karena biasanya, itu tanda-tanda semangat kita akan melempem kembali. Terserang virus cepat puas lalu para pendekar pun akan segera kembali ke padepokan. Bukan tuk latihan, tetapi menyimpan baju perang, mengandangkan kuda, lalu segera <em>leyeh-leyeh, penak-penak </em>nge-arak di warung  Nyai Desek.</p>
<p>Ya itu ga jadi soal, karena kita memang tidak diperintah tuk selalu jaya. Jadi, ga perlu <em>ngoyo </em> tuk selalu di atas. Itu sudah urusan Yang di Atas (Yang di Atas? Emang genteng?). Kalau di atas terus kita bakal menentang kehendak Yang Selalu di Atas yakni,”Kejayaan dan kekalahan itu dipergilirkan”. Persis seperti yang dialami para Pendekar Tuhan (biar sama-sama berinisial “PT”). Pengalaman menang mereka terlampau banyak, sehingga perlu sekali-kali kalah. Ingat lho ya, sekali-kali saja kalahnya.</p>
<p>Nah, kalau kita pengen lama di atas, seperti contoh di atas, tinggal dekati saja Yang di Atas. Sudah pasti bakal <em>katut </em>ke atas<em>. </em>Dari situ bakal kelihatan jelas mengapa PT yang atas itu bisa jaya, PT yang ini tidak. Kita bisa mencermati aspek-aspek manajemen, kepemimpinan, dan selainnya. Satu hal yang menonjol, ialah identifikasi yang kuat pada para PT di atas bahwa mereka itu pendekar, mujahid, pejuang. Akibatnya, mereka selalu siap mengontribusikan harta bahkan jiwa. Tapi, selalu (sekali lagi selalu) sebelum mereka menjadi pendekar, mereka sudah pasti merasakan manfaat dari “komunitas” yang mereka ikuti. Kalau belum merasakan, jangan harap bakal mau maju perang.</p>
<p>Sesederhana itukah solusinya? Woo&#8230; jauh lebih sederhana lagi sebenarnya. Tapi saya kurang sreg separagraf tadi disebut pancingan solusi. Karena yang para PT hadapi ini bukan masalah. Sekedar perjalanan ngalor dan ngidul yang akan mengoleh-olehkan kita pada kiblat.</p>
<p>Akhir kata, jangan percaya apa yang saya wacanakan ini. Wong saya ini belum mau jadi Pendekar je.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=570&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/29/ngalor-ngidul-komunitas-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujanji</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/17/hujanji/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/17/hujanji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 09:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai rencana, pukul 13 saya akan ngalor-ngidulan ke FIB. Tapi, hujan tak dapat ditolak. Antara memilih kembali nyaman di kos, atau melawan hujan mana yang akan saya pilih? Tetap di kos bukan berarti tak produktif. Saya tetap bisa produktif di sini dengan melatih skill coding atau design. Memilih yang lebih nyaman bukan berarti malas atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=566&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai rencana, pukul 13 saya akan ngalor-ngidulan ke FIB. Tapi, hujan tak dapat ditolak. Antara memilih kembali nyaman di kos, atau melawan hujan mana yang akan saya pilih? Tetap di kos bukan berarti tak produktif. Saya tetap bisa produktif di sini dengan melatih skill coding atau design. Memilih yang lebih nyaman bukan berarti malas atau tidak mau prihatin. Bisa saja ia terlahir dari kecerdasan strategi. Keberhasilan juga tidak harus lewat jalan terjal dan berliku.</p>
<p>Saya juga tak ada janji dengan orang lain, termasuk kepada kawan saya di FIB. Saya hanya berjanji pada diri sendiri. Maka, saya batalkan pun, tak ada orang lain terzalimi. Selain itu, saya sedang perlu minum <del>tolak angin</del>. Logis bila saya memilih mundur. Demi alasan kesehatan.</p>
<p>Ini bukan soal sok heroik menghindari zona nyaman. Ini soal menepati janji. Itu saja. Meski hanya janji pada diri, tepatilah. Justru janji tipe inilah yang sering sulit dipenuhi. Kurang <em>pressure </em>seperti penjelasan di atas. Karenanya, saya tetap tersenyum senang saja meski hujan menerpa. Memenuhi janji itu menyenangkan! Maka, senanglah agar kau ringan memenuhi janji. Penuhilah janji agar kau senang.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=566&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/17/hujanji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngalor Ngidul Ketemu Kritik &#8211; Seni Menghadapi Kritik (dan Pujian)</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/15/seni-menghadapi-kritik-dan-pujian/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/15/seni-menghadapi-kritik-dan-pujian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 09:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Menghadapi Kritik dan Puji “Setiap orang bodoh bisa mengkritik, menuduh, dan mengeluh; semua orang bodoh melakukan hal itu.” – Benjamin Franklin Sebelum masuk ke What are the right ways, kita cermati what are NOT the right ways. TERBURU-BURU MEMBELA DIRI. Langsung panik dan membela diri. Menyerang balik dengan mencari kesalahan pengkritik. Yang lebih tepat ialah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=563&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Menghadapi Kritik dan Puji</strong></p>
<p align="center">“<em>Setiap orang bodoh bisa mengkritik, menuduh, dan mengeluh; semua orang bodoh melakukan hal itu.</em>” – Benjamin Franklin</p>
<p>Sebelum masuk ke What are the right ways, kita cermati what are NOT the right ways.</p>
<p>TERBURU-BURU MEMBELA DIRI. Langsung panik dan membela diri. Menyerang balik dengan mencari kesalahan pengkritik. Yang lebih tepat ialah, <em>be vulnerable!</em> Jadilah rentan untuk diserang –kali ini saja-! Lihatlah di film maupun di pertarungan nyata. Mana yang lebih ahli, petarung yang menurunkan perlindungannya, berkata,”Ayo sini kamu! Pukul aku!” atau yang ketakutan lantas meningkatkan perlindungannya?</p>
<p>TERBURU-BURU BIJAK! Ia dengan tergesa mengambil sikap,”Akan kujawab kritik dengan tindakan! Akan KUBUKTIKAN bahwa aku tidak seperti yang ia kritik!”. Terkesan heroik memang, tetapi itu bisa menjadi bumerang.</p>
<p>Contoh, Anda dikritik,”Kamu terlalu gemuk!” lalu, Anda dengan segera MEMBUKTIKAN PADA PENGKRITIK bahwa Anda tidak gemuk. Anda <strong>menjawab dengan tindakan</strong>, yakni diet. Tapi di akhir episode, Andalah yang merugi karena kritik itu tak tepat. Anda, ternyata, tak mengapa bila gemuk. Karena ternyata, Anda memang ingin menjadi atlet sumo! Memang benar, cara terbijak menjawab kritik ialah dengan tindakan, tapi tindakan yang seperti apa? Yang membuat kita menari karena tetabuhan orang lain? Kritik itu untuk memacu kita sampai pada tujuan, maka pilihlah kritik agar jangan sampai melencengkan kita dari tujuan. Kritisilah kritik. Bagaimanakah mengkritisi kritik itu?</p>
<p>Bersikaplah <em>cool, </em>dingin, sedingin-dinginnya. Emosi sangat mudah tergejolak karenanya, maka sikap dingin akan mampu meredamnya. Membuat kita tidak reaktif.</p>
<p>Perintahkanlah telinga Anda untuk mengembalikan kritik pada bentuk aslinya. Gelombang suara. Ya, sekedar suara. Tanpa muatan emosi apa-apa. Perintahkan telinga Anda untuk berkata,”Ah, ini hanya gelombang suara biasa.” Hakikatnya, kritik itu sama seperti gelombang suara yang berasal dari bunyi piring, kertas, kendaraan, pintu, dan semuanya. Atau, bila kritik itu berupa tulisan, pahamkan mata Anda bahwa mereka hanya tulisan. Tanpa makna apa-apa.</p>
<p>Perintahkan hati Anda untuk mengganti sumber pengakuan. Kritik memiliki pengaruh kuat bila hati menggantungkan pengakuan/ validasi dari orang lain. Semakin Anda bergantung pada sikap orang lain tuk menentukan sedih bahagia Anda, semakin mudah kritik mengontrol Anda. Tolok ukur besar tidaknya kebergantungan pada sikap orang lain ialah kebiasaan ini; pamer. Pamer adalah efek dari keinginan untuk MEMBUKTIKAN dan meminta PENGAKUAN pada orang lain. Gantilah sumber pengakuan kehebatan Anda dari orang lain menjadi Pencipta orang lain itu.</p>
<p>Jelaskan pada hati Anda, bahwa kritik itu <em>membanggakan</em>! Sebenarnya yang membuat mental orang <em>down</em> bukanlah kritik itu sendiri, melainkan <em>pride, </em>ego, rasa<em> </em>harga diri, kehormatan, kebanggaannya yang terserang. Maka, ubahlah sikap hati Anda. Kritik itu membanggakan. Karena hanya orang-orang yang memiliki karyalah yang dikritik. Andalah orang yang telah bertindak itu. Andalah sang pengkarya. Memang ada orang yang dikritik karena tak berkarya apa-apa. Tapi, saya yakin Anda bukan golongan itu. Anda, sekeyakinan saya, sudah berkarya, hanya saja masih ada yang mengkritik. Dan itu, sekali lagi, membanggakan.</p>
<p>Setelah memerintahkan alat indra; sarana input informasi, memerintahkan hati; pemberi warna informasi, selanjutnya kita perintahkan akal; pengolah informasi. (Perhatikan, kritik itu hanya informasi, tak lebih!) Jangan pernah mengiyakan atau menidakkan kritik sebelum Anda secara objektif menilainya. Pastikan, Anda tidak memberi penilaian apa-apa sebelum alat indra dan hati melakukan tugasnya masing-masing. Anda tidak akan objektif tanpanya.</p>
<p>Mintalah waktu, menyendirilah, mendinginlah. Lalu, segeralah respon. Kelambanan respon atas kritik hanya akan menimbulkan kritik baru. Saya juga yakin logika Anda sudah mampu melahirkan respon yang tepat. Hanya, emosi negatif masih mengganggu sehingga Anda tak mampu menunjukkannya. Itulah guna mendingin dan mengambil jarak sejenak.</p>
<p>Pada tahap ini, bersikaplah hangat, sehangat-hangatnya. Saya yakin sikap Anda sudah benar bila melakukan tiga perintah tadi. Maka, kemaslah dengan kehangatan. Bila Anda berhasil, mereka yang mengkritik akan berbalik memuji Anda.</p>
<p>Omong-omong tentang pujian, prinsip menghadapinya sama. Lakukan “pendinginan” lalu “penghangatan”. Mengapa pujian perlu “didinginkan”? Karena, ia sebenarnya serigala berbulu domba di dunia pengembangan diri. Ia, bisa menjadi alat motivasi. Tetapi bila kita tergantung pada pujian ORANG LAIN, kita akan berakhir tragis menjadi orang yang tak punya prinsip. Kita bisa juga terlena karenanya. Maka, dinginkanlah, kembalikanlah pada pemilik pujian, Allahul Hamid.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=563&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/15/seni-menghadapi-kritik-dan-pujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NNKK On The Road; A Mover&#8217;s Note #1</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/13/nnkk-on-the-road-a-movers-note-1/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/13/nnkk-on-the-road-a-movers-note-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 09:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[“‘Jelajahilah bumi ini kemudian lihatlah bagaimana akibat orang yang mendustakan (kebenaran),” (Q. 6: 11). Inilah agenda pengembangan diri mingguan saya. Selasa-Rabu kuliah tidak begitu padat. Keluangan ini akan saya gunakan untuk melakukan eskpansi pemikiran. Minggu ini saya akan ke FIB dan Psikologi. Mengunjungi perpustakaannya, berdialog dengan orang-orang (dan bukan orang) di sana. Semoga mampu memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=557&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>“‘Jelajahilah bumi ini kemudian lihatlah bagaimana akibat orang yang mendustakan (kebenaran),” (Q. 6: 11).</em></p>
<p>Inilah agenda pengembangan diri mingguan saya. Selasa-Rabu kuliah tidak begitu padat. Keluangan ini akan saya gunakan untuk melakukan eskpansi pemikiran. Minggu ini saya akan ke FIB dan Psikologi. Mengunjungi perpustakaannya, berdialog dengan orang-orang (dan bukan orang) di sana. Semoga mampu memberi nuansa baru dalam pemikiran NNKK. Saya sudah tak sabar melakukannya. Ini benar-benar <em>ngalor-ngidul </em>secara fisik. NNKK On The Road. Teman-teman dan kenalan sudah saya hubungi untuk menjadi <em>ngalor-ngidulan guide</em> di fakultas masing-masing.</p>
<p>Sedangkan di akhir pekan, Sabtu-Minggu, akan saya gunakan untuk menambah <em>living skill.</em> Sederhana saja. Saya akan belajar otomotif ke <em>mas</em> saya, dan belajar memasak ke <em>mbak-mbak</em> saya. Saya yakin kedua ilmu ini akan sangat berguna. Sebagai variasi, ilmu terapan dunia pertukangan juga saya masukkan ke agenda. Tidak perlu muluk-muluk. Ilmu otomotif yang saya maksud, targetnya hanyalah sekedar mampu melakukan perawatan motor secara mandiri. Begitu juga dengan <em>living skill </em>lainnya.</p>
<p>Tuk kegiatan yang saya lakukan di luar rumah, Sabtu pagi pukul 5.30 saya jadwalkan untuk belajar bahasa Arab tingkat dasar gratis yang diadakan oleh suatu yayasan. Sabtu sore pukul 15.00 saya harus sudah sampai di Magelang untuk membahas lomba menulis 2012 bersama para Pendekar Tidar. Jadi, ayo <em>ngalor-ngiduran</em>, lalu ketemuilah kiblat. Pengamalan yang analog dengan kutipan ayat di atas. Jadi, <a href="http://wangsadita.wordpress.com/2011/04/07/beda-sunnatullah-dengan-takdir/">jelajahilah bumi, lalu ambillah pelajaran</a>. Ngalor-ngidulanlah!</p>
<p>NB: Ini rencana saya posting hari Senin, tapi qadarullah baru terposting saat saya sudah melaksanakannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=557&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/12/13/nnkk-on-the-road-a-movers-note-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencerahan itu Menggelapkan!</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/30/pencerahan-itu-menggelapkan/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/30/pencerahan-itu-menggelapkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 12:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Pencerahan itu Menggelapkan! “Genius is one percent inspiration, and ninety-nine percents perspiration” Edison, Sang Pencerah Cukup lama dulu saya merenung mencari tahu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan “pencerahan”? Definisi yang bukan dari kamus, tetapi karena pernah mengalami pencerahan itu sendiri. Sering orang mengalami pencerahan, tapi tak mampu mendefinisikan dengan baik apa yang mereka rasakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=553&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pencerahan itu Menggelapkan!</strong></p>
<p align="center"><em>“Genius is one percent inspiration, and ninety-nine percents perspiration” </em>Edison, Sang Pencerah</p>
<p>Cukup lama dulu saya merenung mencari tahu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan “pencerahan”? Definisi yang bukan dari kamus, tetapi karena pernah mengalami pencerahan itu sendiri. Sering orang mengalami pencerahan, tapi tak mampu mendefinisikan dengan baik apa yang mereka rasakan. <em>Easy to felt, but hard to defined</em>.</p>
<p>Ternyata, pencerahan hanyalah rasa kagum karena otak menerima informasi baru yang mampu memperluas maupun memperdalam pemahaman. Contoh, ada orang yang ditanya,”Kenapa kamu kerja mati-matian kayak gitu?”. Dia menjawab,”Buat cari uang.” Rekannya kembali bertanya,”Salah kalau kamu kerja buat cari uang. Mending mikir gimana uang bekerja untuk kita!”. Terdiam sejenak, lalu sumringah“Oh, iya ya! Kok ga kepikiran ya aku!”</p>
<p>Momen-momen <span id="more-553"></span>“Aha!”, “Oh, iya ya!” inilah yang sering kita sebut pencerahan. Pencerahan intelektual lebih tepatnya. Menerima ilmu yang <strong>baru </strong>sehingga <strong>memperluas</strong> maupun<strong> memperdalam </strong>kerangka berpikir kita, itulah yang kita rasakan sebagai pencerahan.</p>
<p>Bagi kita yang terbiasa berideologi “kanan” sangat mungkin merasa tercerahkan dengan membaca pemikiran-pemikiran “kiri”. Bagi Anda yang sudah pernah membaca teori “uang bekerja untuk kita”, contoh di atas tidak akan mencerahkan. Karena ia sudah tidak baru lagi untuk Anda. Karena hal-hal yang kiri itu baru bagi kita dan mampu meng-<em>extend</em> batas nalar. Kita tetiba merasa cerdas dan berubah.</p>
<p>Mengalami pencerahan sebenarnya relatif sederhana. Kita hanya perlu melakukan ekspansi pemikiran secara vertikal atau horizontal. Menggali lebih dalam pemahaman yang sudah ada, atau mencari hal baru di luar sana. Saat kita menemukan wilayah gagasan baru atau mutiara terpendam, saat itulah kita merasa tercerahkan secara intelektual.</p>
<p>Lalu, di mana letak kesalahan “pencerahan”? Saat ia terlalu banyak sehingga menyilaukan bahkan membutakan kita. Akibatnya, kita takut melangkah. Ketakutan inilah yang membuat kita takkan pernah berubah. Padahal, tujuan utama kita mencari pencerahan adalah ingin mengalami perubahan, bukan?</p>
<p>Ingat, pencerahan bukanlah perubahan! Pencerahan adalah informasi. Informasi hanyalah titik awal dari proses yang lebih berat dan tidak nyaman bernama perubahan. Perubahan lebih sulit karena ia menuntut pengejawantahan gagasan-gagasan nan melangit dalam laku kehidupan praksis yang realistis.</p>
<p>Karena kita tak nyaman mengalami perubahan, kita kembali ke padepokan, buku-buku, diskusi-diskusi, cerita inspiratif, renungan-renungan pribadi, seminar motivasi hingga kita tercerahkan kembali. Jauh lebih nyaman duduk, berpikir, dan mendapat momen “Aha!” ketimbang harus turun gunung menghadapi kenyataan, bukan?</p>
<p>Lalu, bagaimana bisa kita terjebak menjadi sekedar pecandu pencerahan? Kenapa kita enggan berubah? Jawabannya sederhana dan sudah saya tulis di paragraf sebelumnya. Yakni, kenyamanan! Berubah itu sama sekali tak nyaman. Surga itu nyaman, tapi jalan menujunya sama sekali tidak.</p>
<p>Jadi, bila pencerahan justru mulai melumpuhkan, menggelapkan, membuat Anda malas bergerak, solusinya adalah stop mengumpulkan, mengolah, dan menghasilkan informasi! Stop menjadi <em>knowledge-junker</em>, pencerahan <em>addicted</em>! Kuncilah lemari buku Anda, lalu buang kuncinya ke laut. Atau kalau perlu, bakar buku-buku itu. Termasuk hapus berbagai e-book dan audio di komputer Anda. Hentikan diskusi-diskusi, hentikan membaca, dan mulai praktek!</p>
<p>Selanjutnya, perlukah kita melakukan revolusi tuk mengalami perubahan? Tidak. Kita cukup melakukan perubahan-perubahan kecil (evolusi) tetapi kita lakukan dengan kontinu. Praktekkan, perbaiki, praktekkan, evaluasi, dan seterusnya.</p>
<p>Karena memang, revolusi pada bidang apapun, sebenarnya merupakan kumpulan evolusi. Gumpalan evolusi ini pada titik tertentu akan menjelma menjadi revolusi. Perubahan-perubahan kecil kita akan menjelma menjadi perubahan besar. Pengambilan hak-hak rakyat secara kecil tapi kontinu, akan melahirkan revolusi, buktinya.</p>
<p>Tapi, bagaimana kita masih saja menjadikan pencerahan (baca: sekedar informasi baru) sebagai motivasi utama? Maka, kita perlu mengingat baik-baik berikut ini. Ada pencerahan di balik perubahan yang kita lakukan! Meski, perubahan itu kecil saja. Prakteklah, ada teori baru di sana.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/553/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/553/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=553&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/30/pencerahan-itu-menggelapkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertanya &#8220;Mengapa&#8221; Tiga Kali</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/28/549/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/28/549/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 12:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Bertanya Mengapa Tiga Kali The question is always “why”. – Kevin Mitnick, a computer security living legend Saat rapat online tanggal 16 kemarin, ada salah seorang peserta rapat menulis seperti ini,”Banyak masalah gagal terselesaikan bukan karena tidak adanya solusi. Tetapi tidak tepatnya perumusan masalah.”  Pernyataannya mengingatkan saya pada apa yang saya sampaikan ke adik-adik rohis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=549&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Bertanya Mengapa Tiga Kali</strong></p>
<p align="center"><em>The question is always “why”.</em> – Kevin Mitnick, a computer security living legend</p>
<p>Saat rapat online tanggal 16 kemarin, ada salah seorang peserta rapat menulis seperti ini,”Banyak masalah gagal terselesaikan bukan karena tidak adanya solusi. Tetapi tidak tepatnya perumusan masalah.”  Pernyataannya mengingatkan saya pada apa yang saya sampaikan ke adik-adik rohis sewaktu mentoring beberapa waktu lalu. Yakni, tentang bertanya “mengapa” sebanyak tiga kali.</p>
<p>Pertanyaan “mengapa” ini sangat berguna untuk mendefinisikan masalah. Dengan bertanya MENGAPA kita makin akurat APA masalah sebenarnya. Pada waktu itu Anwari, salah seorang pengurus Forisma, mengusulkan diadakannya tadarus antara guru agama – pengurus minimal seminggu sekali. Mari kita terapkan teknik 3x mengapa ini.</p>
<p>“Mengapa” pertama – Mengapa diadakan tadarus?</p>
<p>Jawab: Karena <span id="more-549"></span>musola nampak sepi.</p>
<p>Faktor “Apa” pertama – Meramaikan masjid</p>
<p>“Mengapa” kedua – Mengapa musola sepi?</p>
<p>Jawab: Karena tidak ada kegiatan Rohis</p>
<p>Faktor “Apa” kedua – Memperbanyak kegiatan Rohis. Dari sini mulai kelihatan perubahan “APA”. Tadinya ingin meramaikan masjid, menjadi memperbanyak kegiatan Rohis. Beda sekali meramaikan masjid dengan memperbanyak kegiatan Rohis. Bisa saja memperbanyak kegiatan Rohis tanpa harus meramaikan masjid. Seperti biasanya pengajian di SMA sering diadakan di aula. Bukan di masjid karena daya tampung masjid kurang.</p>
<p>“Mengapa” ketiga – Mengapa kegiatan Rohis kurang?</p>
<p>Jawab: Karena menurut pemahaman pengurus, program kerja Rohis ya masih berfokus pada peringatan hari besar agama.</p>
<p>Faktor “Apa” ketiga – Meluruskan pemahaman pengurus tentang program kerja Forisma. Nah, sudah jelas kita makin akurat dalam mendefinisikan masalah. Ternyata masalahnya bukan musola yang sepi. Tetapi masih kurang mendalamnya pemahaman anggota Rohis. Jadi, langkah yang lebih tepat adalah meluruskan pemahaman. Bukan langsung mengadakan tadarus.</p>
<p>Bila pengurus sudah paham bahwa program kerja Rohis tidak hanya saat peringatan hari besar agama, inisiatif mereka akan muncul. “Oh, ternyata bukan Cuma pas hari besar agama aja to. Ya udah yuk bikin tadarus, rihlah, bla bla bla.”</p>
<p>Memang sih, bagi yang terbiasa langsung memikirkan teknis-kongkret-implementasi solusi, pendefinisian masalah ini akan terasa merepotkan. Tapi, sebanding dengan efektivitas solusi itu sendiri. analisis akurat, menghasilkan implementasi nan efektif pula.</p>
<p>Sering, kita hanya memerlukan solusi sederhana. Seperti contoh lain. Astronot AS mengeluh tidak bisa menulis memakai pulpen biasa di luar angkasa karena tiadanya gravitasi. Maka teknolog menciptakan pulpen khusus yang berbiaya tinggi. Sedang pihak Rusia menyelesaikannya dengan cara sederhana. Memakai pensil!</p>
<p>Nah, bagi para praktisi-implementor, teknik ini cocok untuk melatih analisis. Kalau mau ingin lebih rumit lagi, pikirkan rekursifitas ini. “Mengapa kita bertanya “mengapa”?” Tiga kali pula. Mengapa tidak bertanya “bagaimana” atau “di mana” atau “siapa”, dsb?</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=549&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/28/549/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ROCKtober + LOVEmber = MOVEmber</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-movember/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-movember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 11:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[MOVEmber Cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Ibnul Qoyyim – A Mover Rocktober tanpa Lovember, akan melahirkan pejuang-pejuang yang gersang. Para “Achiever” yang hampa. Para ayah workaholic yang berkata,”Ayah tak pernah pulang mencari uang untuk siapa? Untuk kamu, anakku!” Ada kesalahan logika di sini. Ayah ingin anaknya bahagia. Mestinya ia memberi apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=542&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MOVEmber</strong></p>
<p align="center"><em>Cinta adalah <strong>gerak jiwa</strong> sang pencinta kepada yang dicintainya. </em>Ibnul Qoyyim – A Mover</p>
<p>Rocktober tanpa Lovember, akan melahirkan pejuang-pejuang yang gersang. Para “Achiever” yang hampa. Para ayah <em>workaholic </em>yang berkata,”Ayah tak pernah pulang mencari uang untuk siapa? Untuk kamu, anakku!” Ada kesalahan logika di sini. Ayah ingin anaknya bahagia. Mestinya ia memberi apa yang anaknya butuhkan. Anaknya membutuhkan perhatian. Tetapi mengapa ayah hanya memberi uang tanpa perhatian? Rocktober saja, serupa pohon berbuah segar, tapi tak sedap dipandang mata.</p>
<p>Lovember tanpa Rockstar, melahirkan “sufi salah kaprah” yang hanya menikmati nuansa cinta tuk dirinya sendiri. Enggan berbagi. Atau, melahirkan sosok mellow yang suka disakiti. Bila ia mencintai pasangannya, ia akan berusaha meningkatkan kualitas dirinya. Tidak sekedar mempersembahkan dirinya yang “apa adanya”. Tetapi mempersembahkan “The BEST of themselves”. Bila ibu mencintai anaknya, ia takkan segan bertindak tegas. Ketaktegaannya tuk bertindak tegas, justru membawa keburukan. Lovember saja, serupa pohon indah tapi tak berbuah.</p>
<p>Perpaduan sempurna dari Rocktober dan Lovember akan melahirkan sosok-sosok Movember. Sosok yang mencintai dirinya terlebih dahulu, sebelum orang lain. Karena dengan begitu, ia mampu menjadi sosok yang lebih baik bagi orang tua, anak, suami/istri, maupun Tuhan yang dicintainya. Bayangkanlah bila orang tua kita terus menerus meningkatkan nilai dirinya. Kita akan semakin bersyukur dicintainya, bukan? Ia memegang teguh prinsip, “<em>The more you love yourself, the easier you’ll be loved.</em>” Ia ibarat a high quality product.</p>
<p>Tapi produk saja tak cukup. Perlu <span id="more-542"></span>pemasaran nan kuat pula. Maka ia melatih sisi Lovembernya. Melatih kemampuan mencintainya. Melatih kemampuan memahami, memberi perhatian, rasa aman, nyaman, dan arahan. Mengatur dinamika hubungan agar tak bosan, dan tak lupa memberi kejutan.</p>
<p>Good product dan good marketing tidak cukup. Ia perlu menjadi “langka”. Semakin langka semakin dicari dan semakin mahal, bukan? Ia menjadi langka dengan terus menerus menggali <em>passion-vision-mission</em> nya yang unik. Ringkasnya, Rocktober dan Lovember akan melahirkan Movember. Pribadi-pribadi yang <em>never stop to make a move</em>. A mover.</p>
<p>NB: Akhirnya, setelah dua minggu ngalor ngidul cari inspirasi, dan melawan koneksi kampus yang sedang main tenis (maintenance), tulisan ini berhasil diunggah dengan Selamat ulang tahun untuk <em>a mover, </em><a href="http://www.Nyovi.blogspot.com">NOVI</a>mber</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=542&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-movember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ROCKtober + LOVEmber = (&#8230;) [bagian 2 dari tiga]</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-bagian-2-dari-tiga/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-bagian-2-dari-tiga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 10:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[LOVEmber Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Anis Matta – A Real Lover Sebenarnya, cinta itu logis. Sama seperti perasaan-perasaan manusia lainnya. Tak perlu mendayu-ndayu untuk menjelaskannya. Memang, ia tak perlu didefinisikan. Karena kata, rupa, logika, takkan mampu mencakupnya. Hanya rasa yang mampu memahaminya. Dan itu, juga sama dengan bentuk emosi lainnya. Marah, benci, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=539&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>LOVEmber</strong></p>
<blockquote>
<p align="center"><em>Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. </em>Anis Matta – A Real Lover</p>
</blockquote>
<p>Sebenarnya, cinta itu logis. Sama seperti perasaan-perasaan manusia lainnya. Tak perlu mendayu-ndayu untuk menjelaskannya. Memang, ia tak perlu didefinisikan. Karena kata, rupa, logika, takkan mampu mencakupnya. Hanya rasa yang mampu memahaminya. Dan itu, juga sama dengan bentuk emosi lainnya. Marah, benci, senang, jijik, hanya mampu ditangkap dengan jelas dengan media yang tepat. Perasaan.</p>
<p>Meski logika bukan tampungan yang tepat tuk perasaan, tapi cinta tetaplah logis. Cinta berawal dari ketertarikan yang kecil. Menjadi besar karena kau terus menyuburkannya. Menjadi gersang sebab kau melalaikannya. Logis. Contoh, bila kau ingin menumbuhkan cinta pada sepatumu, rawatlah ia dengan sepenuh hati. Berikanlah perhatian. Semir secara teratur. Simpan pada tempat yang semestinya. Lakukan semua prosesi itu dengan meniupkan cinta pada sepatu dalam setiap nafasmu. Kuncinya, <span id="more-539"></span>ber<strong>komitmen</strong>.</p>
<p>Cintamu pada sepatu kan membesar. Kau akan sangat berhati-hati memakainya. Kau akan memperhatikannya. Terus mengingatnya. Mulanya, kau yang menumbuhkan cinta pada sepatu. Akhirnya, ialah yang menumbuhkanmu. Bila kau ingin memupuskan cinta pada sepatumu, mudah saja. Pertama, hentikan semua perhatianmu. Kedua, alihkan fokusmu ada hal lainnya. Kau ‘kan lupa pada sepatumu. Kau bisa memakainya tanpa rasa peduli sedikitpun. Padahal sebelumnya, kau segera membersihkan sepatumu bila ada sedikit debu yang mengotorinya.</p>
<p>Cinta memang sebentuk emosi. Justru karena itulah Tuhan menciptakan logika tuk mendampinginya. Karena itulah Lovember memerlukan Rocktober. Tanpa Rocktober, Lovember menjadi penyakit. Melankolik, dramatik. Efeknya berbahaya, aturan dilabrak begitu saja. Inilah cinta yang salah kaprah. Melahirkan pecinta palsu. Pasif tanpa gairah meningkatkan kualitas.</p>
<p>Sufi bisa terpeleset rasa cinta yang salah. Akibatnya, ia hanya memikirkan kesalehan individual. Enggan bekerja, karena tertipu kemalasannya. Padahal, Allah berfirman,”Bila engkau mencintaiKu, patuhilah Aku dan rasulKu.” Dan kita semua tahu seperti apa giatnya Rasulullah SAW dalam bekerja dan menggiatkan umatnya tuk bekerja.</p>
<p>Pemuda bisa menjadi melankolik dengan berhenti pada,”Aku tak pantas untuknya.” Tanpa berusaha membuat dirinya layak. Atau, memaksa orang lain mau menerima dirinya apa adanya. Untuk menutupi kemalasannya memperbaiki diri. Seorang ibu, bisa mengekspresikan cintanya dengan cara yang salah. Membiarkan anaknya bangun siang sehingga melalaikan solat subuh. “Tak tega”, dalihnya. Padahal, pada saat yang sama ia berarti mengatakan,”Saya tega membiarkannya (dan diri saya) dimurkai Allah!”.</p>
<p>Lovember tanpa Rocktober, ialah cinta yang belum matang.</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=539&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/21/rocktober-lovember-bagian-2-dari-tiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiblat Kilat &#8211; Putus Rantai</title>
		<link>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/15/kiblat-kilat-putus-rantai/</link>
		<comments>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/15/kiblat-kilat-putus-rantai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 14:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Bondan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pikiranpojok.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin kehilangan helm, sekitar dua atau tiga hari berikutnya saya keputusan rantai (maksudnya, rantai motor putus). Padahal rantai baru aja diganti sekitar dua bulan. Kenapa bisa cepat putus? Kalau dirunut, seperti ini. Saya mendapat info bahwa cara merawat rantai adalah diberi oli. Oli yang dimaksud di sini oli bekas alias &#8220;gemuk&#8221;. Tapi, saya mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=531&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kemarin kehilangan helm, sekitar dua atau tiga hari berikutnya saya keputusan rantai (maksudnya, rantai motor putus). Padahal rantai baru aja diganti sekitar dua bulan. Kenapa bisa cepat putus? Kalau dirunut, seperti ini. Saya mendapat info bahwa cara merawat rantai adalah diberi oli. Oli yang dimaksud di sini oli bekas alias &#8220;gemuk&#8221;. Tapi, saya mendapat info lain bahwa rantai itu jangan diberi &#8220;gemuk&#8221; karena justru akan mempercepat kerusakan. Maka, saya putuskan untuk tidak menggemuki rantai motor.</p>
<p>Ringkas cerita, motor masuk bengkel lagi. Mas Teknisi menganalisa bahwa rantai saya kurang digemuki. Lhadalah. Katanya kalo digemuki bikin rusak, tapi kenapa ini putus karena tidak digemuki? Sampai saya baru sadar hal sepele. Bahwa saya hanya menangkap setengah dari tips &#8220;jangan digemuki&#8221;.</p>
<p>Tips &#8220;jangan digemuki&#8221; ini ternyata unsurnya seperti kalimat tauhid. Diawali dengan peniadaan/ an-nafyu (tidak ada Tuhan), lalu dengan peng-itsbat-an (selain Allah). An-nafyu di sini analog dengan &#8220;jangan diberi gemuk!&#8221; sedang al-itsbat analog dengan &#8220;beri pelumas khusus rantai!&#8221;. An-nafy aja atau al-itsbat saja, tidak bisa disebut tauhid. Maka, keputusan saya untuk sekedar tidak menggemuki, tidak bisa disebut merawat rantai!</p>
<p>Lalu, hubungan antara &#8220;gemuk&#8221; dengan pelumas khusus rantai ialah hubungan substitutif. Dengan pelumas khusus rantai menempati prioritas utama. Kalau tidak punya pelumas khusus rantai, pakailah gemuk. Kalau anda memilih tidak memakai gemuk, diasumsikan Anda punya pelumas khusus.</p>
<p>Gimana, sudah cukupkah pelajaran mantiq kali ini?</p>
<br />Filed under: <a href='http://pikiranpojok.wordpress.com/category/ngalor-ngidulan-bareng-kang-bondan/'>Ngalor Ngidulan bareng Kang Bondan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pikiranpojok.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pikiranpojok.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pikiranpojok.wordpress.com&amp;blog=9193463&amp;post=531&amp;subd=pikiranpojok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pikiranpojok.wordpress.com/2011/11/15/kiblat-kilat-putus-rantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.801389 110.364444</georss:point>
		<geo:lat>-7.801389</geo:lat>
		<geo:long>110.364444</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4db7e94c2eb89058374f70a2fa11662?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kang Bondan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
