Mati saja kau pahlawan. Para veteran yang berjuang tanpa pamrih. Karenamu bangsa ini jadi kecil. Kau ingat kata Bung Karno, ya. . . panglima perangmu dulu. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” Lalu lihatlah, bangsa ini tak menghargaimu, para pahlawan!
Mati saja kau pahlawan. Para atlet Indonesia nan mendunia. Karena kau masih hidup, bangsa(t) ini terbongkar kebobrokannya. Membiarkan mantan pelari menjadi tukang sampah!
Maka, kusarankan kau mati saja. Untuk apa kau hidup? Untuk menceritakan perjuanganmu dulu? Atau untuk menceritakan penzaliman kami padamu? Tidak takutkah keikhlasanmu lenyap saat menceritakan perjuanganmu? Tidak takutkah kau mengumbar aib kala menceritakan kezaliman yang kau derita? Tidak takutkah aura heroikmu hilang, saat kini kau bagai anak kecil. Merengek atas penjajahan oleh bangsa sendiri. Bila kau tak rela dijajah musuh, harusnya kau rela dijajah saudaramu sendiri. Kau ini pahlawan!
Maka mati sajalah. Daripada mulutmu berubah dari sumber pahala (berkat orasi dan teriakan perangmu dulu) menjadi sumber dosa (berkat pembongkaran aib saudara sendiri)
Mati saja kau pahlawan! Sudahilah hidupmu selagi kau mulia. Maka kau kan terkenang sepanjang sejarah. Atau kau takut mati karena takut tak dikenang? Kita sama-sama tahu kita tak pernah mengenang pahlawan sepertimu. Kecuali segelintir saja.
Mati saja kau pahlawan! Bila kau ikhlas, kau kan tercatat sebagai mujahid. Dan termasuk golongan yang difirmankan
“Walaa taqulu liman yuqtalu fi sabilillah amwat bal ahya’u walakin laa tasykurun”Artinya : “Janganlah kau berucap dan berkata orang yang mati di jalan ALLAH adalah mati, akan tetapi hidup sedangkan kamu tidak menyadari”
Silakan saja kalau kau ingin tetap hidup. Tapi berjanjilah, tuk tetap memegang watak pahlawan. Jangan mengeluh meski kau tak dihargai, karena kau tetap pahlawan dengan gerobak sampahmu. Paling tidak, bagi keluargamu. Jangan ngambek bila tak ada yang menghormatimu. Salahmu sendiri menjadi pahlawan bila ingin dihormati, siapa di negeri ini yang menghormati pahlawan?
NB: Jangan ditelan mentah-mentah.
sip, cool sebuah pencerahan yang dalam sekali bro
bener-bener dibuat ngalor ngidul bacanya
kok gitu chi ma pahlawan
haha. mbok ya dibacha lagi lebich telitchi